GP Ansor Bogor Melaporkan Pria yang Dianggap Hina Said Aqil

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GP Ansor Kota Bogor sedang melakukan pelaporan terhadap pelaku penghina Ketum PBNU di Mapolresta Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Kamis malam 5 Februari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    GP Ansor Kota Bogor sedang melakukan pelaporan terhadap pelaku penghina Ketum PBNU di Mapolresta Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Kamis malam 5 Februari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gerakan Pemuda atau GP Ansor Kota Bogor Budi Kurniawan melaporkan seorang pria bernama Alimudin Baharsyah karena dianggap menghina Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj. "Kehormatan kiai NU merupakan harga mati bagi kami," ujar Budi saat ditemui di Bogor, Kamis 6 Februari 2020.

    Budi mengatakan, sebenarnya Alimudin telah dilaporkan GP Ansor Sukabumi ke Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dalam kiriman gambar yang diterima Tempo, Alimudin yang beralamat di Bogor Barat dilaporkan pada Rabu 5 Februari 2020.

    Meski sudah dilaporkan oleh GP Ansor Sukabumi, Budi menyebut ia akan tetap melaporkan ke kepolisian Resor Bogor."Ini kami mau melaporkan orang tersebut ke Polresta Bogor untuk segera ditindak. Sakit hati kami," kata Budi.

    Dalam video yang dilihat Tempo, pria berkacamata itu menyinggung nama Said Aqil Siradj dan Ma'ruf Amin. "Itu Pak Said dan Pak Amin kapan matinya ya bikin gaduh terus, eh sori-sori kapan tobatnya," kata pria itu dalam potongan video yang tersebar tersebut.

    Budi mengatakan apa yang dikatakan oleh Alimudin dalam video itu telah menghina para kiai mereka. Untuk itu dia akan berkoordinasi dengan Banser melaporkan kasus ini ke kepolisian. "Kami tidak akan biarkan kiai kami dihina," kata dia.

    Hingga berita ini diturunkan Tempo belum berhasil mendapat konfirmasi dari Alimudin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.