Gedung Khusus Paru di RSUD Kota Bekasi Mulai Beroperasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, 2018. Tempo/Ali Anwar

    RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, 2018. Tempo/Ali Anwar

    TEMPO.CO, Bekasi - Rumah Sakit Umum Daerah dr Chasbullah Abdulmadjid atau RSUD Kota Bekasi kini memiliki gedung khusus untuk pasien penyakit paru. Gedung baru enam lantai di Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur ini ini telah dibuka tiga hari lalu untuk melayani pasien penyakit saluran pernafasan tersebut.

    "Di Kota Bekasi baru kami yang membuka layanan terpadu seperti ini," kata Kepala Seksi Pelayanan RSUD Kota Bekasi, Librianti Tan pada Jumat, 7 Februari 2020.

    Menurut dia, layanan terpadu itu adalah layanan paru secara menyeluruh. Karena itu, di gedung yang dibangun sejak akhir 2017 silam tersebut terdapat poli asma, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), Tuberkulosis Resistensi Obat (TB-RO), dan lainnya yang berkaitan dengan pernafasan.

    "Di gedung itu sudah dilengkapi ruang isolasi dengan hepafilter, dan 60 tempat tidur," katanya.

    Dengan adanya gedung paru terpadu itu, RSUD Bekasi menargetkan bisa melayani pasien paru dengan keganasan, sehingga tak perlu dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. "Semoga bisa segera terwujud," kata Libri.

    Dengan beroperasinya gedung khusus pasien paru, sehingga pelayanan di gedung sebelumnya dipindah. Adapun, rata-rata kunjungan pasien paru setiap hari, mencapai 60-70 orang.

    Direktur Utama RSUD Bekasi Kusnanto Saidi mengatakan bakal menggandeng dokter-dokter spesialis paru yang praktik di rumah sakit swasta untuk menangani pasien di Gedung Paru Terpadu itu . "Sehingga pelayanan prima terjamin dengan adanya dokter-dokter ahli dalam penanganan pasien-pasien," ucap dia.

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut karena besarnya penderita penyakit paru di RSUD Kota Bekasi. "Kami akan lengkapi lagi berbagai macam fasilitasnya, supaya warga Kota Bekasi tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk penanganan paru ini," kata Rahmat.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.