Wajah Graha Bhakti Budaya yang Baru Kelak Lebih Modern

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat saat membongkar gedung Galeri Cipta I di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.  Pembongkaran itu tak akan mengubah fungsi Graha Bhakti Budaya sebagai gedung teater melainkan semakin modern. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Alat berat saat membongkar gedung Galeri Cipta I di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Pembongkaran itu tak akan mengubah fungsi Graha Bhakti Budaya sebagai gedung teater melainkan semakin modern. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) di Taman Ismail Marzuki dirobohkan untuk diganti dengan gedung teater baru yang lebih modern.

    Manajer Komunikasi Proyek Revitalisasi TIM Yeni Kurnaen mengatakan Graha Bhakti Budaya akan ditingkatkan seluruh fasilitasnya.

    "Ditingkatkan seluruh fasilitas pendukungnya agar dapat memenuhi kebutuhan pementasan seni dan teater dengan lebih baik dan berstandar internasional," kata Yeni lewat pesan pendek, Jumat, 7 Februari 2020.

    Yeni menjelaskan, pembongkaran telah mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang selama ini memanfaatkan Graha Bhakti Budaya. Pembongkaran ini, kata Yeni, telah melalui berbagai tahapan dan ketentuan yang memang seharusnya dilalui. Selain pembongkaran Gedung GBB, pada tahap kedua akan ada renovasi Planetarium, Gedung Pusat Perfilman, Teater Arena, Amphiteater serta Museum TIM.

    Bersamaan dengan itu, kata Yeni, revitalisasi tahap pertama yang meliputi gedung parkir, relokasi Masjid Amir Hamzah, gedung perpustakaan, Selasar Publik, Galeri Seni, area kuliner, retail space, dan Wisma Seni tetap berjalan.

    Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Imam Hadi Purnomo mengatakan pembongkaran Gedung Graha Bhakti Budaya tak akan mengubah fungsi Graha Bhakti Budaya setelah selesai direnovasi. "Tetap gedung teater, hanya saja lebih modern," kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis 6 Februari 2020.

    Sebelumnya dalam diskusi yang digelar di Tempo, Imam mengatakan bahwa TIM memiliki banyak sekali aktivitas seperti Institut Kesenian Jakarta, teater, dan galeri. Selain itu ada juga kegiatan sains seperti planetarium. Hal ini perlu diperbarui dari segi sarana dan prasarananya.

    Revitalisasi TIM sempat mengundang polemik dari para seniman. Namun PT Jakarta Propertindo atau Jakpro menyatakan sudah mengakomodir masukan dari seniman untuk merancang ulang proyek revitalisasi TIM di Cikini, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.