Harga Masker Melejit, Pedagang di Bekasi Kesulitan Pasokan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Polisi membagikan masker pada penumpang yang tiba di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 4 Februari 2020. Pembagian tersebut untuk mengantisipasi tertular virus Corona jenis baru yang meningkat. ANTARA

    Personel Polisi membagikan masker pada penumpang yang tiba di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 4 Februari 2020. Pembagian tersebut untuk mengantisipasi tertular virus Corona jenis baru yang meningkat. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Harga masker di sejumlah toko obat di kawasan Pasar Proyek, Bekasi Timur, Kota Bekasi naik berkali-kali lipat. Kenaikan harga terjadi setelah virus Corona melanda sejumlah negara.

    Seorang pegawai di salah satu toko obat, Abdinda, mengatakan sekarang toko menyediakan jenis masker N95 merk 3M. Menurut dia, harga jual satu karton isi 20 buah sudah mencapai Rp 1,8 juta. Padahal sebelumnya hanya dihargai sebesar Rp 225.000. "Kalau masker tiga lapis sudah habis sejak tiga pekan lalu," kata dia, Jumat, 7 Februari 2020.

    Masker tiga lapis, lanjut dia, sering dipakai sehari-hari dengan varian warna hijau, biru, dan abu-abu. Setelah ramai pemberitaan tentang virus Corona, masker yang biasa dijual Rp 15 ribu per box dengan isi 20 buah ini kini dibanderol Rp 150 ribu. "Karena banyak yang borong," ujarnya.

    Abdinda mengatakan masker di tokonya mendapatkan pasokan dari pabrik maupun distributor. Tapi, sekarang toko sudah tidak lagi mendapat pasokan. "Sudah tidak bisa beli lagi di pabriknya karena sekarang ini khusus untuk ke Wuhan pengirimannya," kata dia.

    Nur, pegawai di toko obat lainnya, mengatakan hal yang sama. Semenjak virus Corona mewabah, banyak orang yang memborong masker, bahkan ada yang membeli hingga ratusan kardus. "Harga juga sekarang mahal karena dari distributor juga sudah mahal," kata Nur.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.