Hujan Deras Landa Kawasan Puncak, Bendung Katulampa Siaga 3

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tinggi muka air bendung Katulampa di angka 90 CM atau siaga 3, pada pukul 19.00 WIB di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu, 5 Februari 2020. Dok. Sub unit Katulampa

    Tinggi muka air bendung Katulampa di angka 90 CM atau siaga 3, pada pukul 19.00 WIB di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu, 5 Februari 2020. Dok. Sub unit Katulampa

    TEMPO.CO, JakartaBendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat terpantau dalam kondisi Siaga 3 pada Jumat malam, 7 Februari 2020.

    Koordinator Sub Unit Pelayanan Ciliwung Katulampa, Andi Sudirman, meminta warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung dan wilayah hilirnya siap siaga dan waspada karena Tinggi Muka Air atau TMA di pintu bendung Katulampa di angka 90 sentimeter. Bahkan Andi menyebut ketinggian TMA di Katulampa bisa terus naik, karena hujan di hulu terus membesar.

    "Ini tadi pukul 18.00 70 senti dengan tiba-tiba datang dan sekarang pukul 19.00 kurang, sudah 90. Ini kemungkinan naik," kata Andi melalui sambungan telepon, Jumat 7 Februari 2020.

    Andi mengatakan, hujan di hulu Sungai Ciliwung yaitu di kawasan Puncak, terjadi sejak pukul 16.50 WIB. Hingga pukul 18.50 hujan deras terus melanda kawasan hulu.

    Ia pun meminta warga yang ada di bantaran sungai Ciliwung di Jakarta untuk siap siaga.

    Beberapa wilayah DKI Jakarta yang dimaksud Andi harus siap siaga ialah Rawa Jati, Pejaten Timur, Cawang, Srengseng Sawah, Bale Kambang, Pengadegan, Bukit Duri, Kebon Baru, Kampung Melayu dan Bidara Cina. Andi menyebut jika hujan terus besar seperti ini, kemungkinan dalam waktu 2-3 jam akan segera sampai ke wilayah tersebut. "Siap-siap," ujar dia.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta telah mengeluarkan info disaster early warning system (DEWS) kepada warga bantaran Sungai Ciliwung karena kenaikan bendung Katulampa pada pukul 18.20 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.