Warga Bantaran Sungai Ciliwung Jakarta Diminta Waspada Banjir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang ada di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Semalam, tinggi muka air di bendungan Katulampa mencapai di angka 90 CM atau siaga 3. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas kebersihan menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang ada di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Semalam, tinggi muka air di bendungan Katulampa mencapai di angka 90 CM atau siaga 3. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga DKI Jakarta terutama yang berada di bantaran Sungai Ciliwung diminta waspada banjir kiriman dari Bogor. Posko Dinas Sumber Daya Air Jakarta dalam informasi terbarunya menyebut ketinggian air di pos pantau Sungai Ciliwung Depok setinggi 215 sentimeter atau Siaga 3.

    Petugas pintu air Manggarai Jamal mengatakan, air dari Bogor itu diperkirakan tiba di Manggarai pagi ini. "Tadi naik (di Katulampa) kira-kira jam18.00. Jadi sekitar jam 4 pagi masuk (Manggarai)," kata Jamal kepada Tempo di pos pantau pintu air Manggarai, Jumat malam, 7 Februari 2020.

    Jamal menjelaskan, pihaknya telah mengupayakan antisipasi peningkatan debit air, di antaranya dengan mengosongkan pintu air sebelum air dari Katulampa tiba di Manggarai.

    Hingga pukul 23.00 WIB, bendung Katulampa telah menurun dengan ketinggian 110 cm, sementara pintu air Manggarai berada di ketinggian 595 cm.

    "Perlu mengimbau masyarakat agar waspada, mengingat Katulampa sudah siaga 3. Sekarang jam 23, sudah menurun Katulampa 110 cm. Sudah menuju ke sini," ujarnya.

    Lebih lanjut dia mengatakan, ketinggian air di pintu air Manggarai juga bergantung pada cuaca di Jakarta. Jika terjadi hujan di Jakarta, maka ada kemungkinan ketinggian air lebih tinggi.

    "Untuk warga Jakarta yang ada di bantaran sungai waspada debit air meningkat, terutama pindah ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

    Jamal mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam ke depan. "Di sini kami standby, petugas-petugas, dan kami monitor terus Katulampa. Sekarang (Manggarai) 595 cm masuk siaga 4. Perkembangannya kita lihat ke depan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.