Banjir Jakarta, Pengunjung Ancol Batal Berwisata

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020.  Penggratisan ini berlaku untuk ruas Jalan Tol Cawang - Grogol - Tomang yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan ruas Jalan Tol Cawang - Tanjung Priok - Ancol Timur - Jembatan Tiga - Pluit yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. ANTARA/Nova Wahyudi

    Warga mengamati banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020. Penggratisan ini berlaku untuk ruas Jalan Tol Cawang - Grogol - Tomang yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan ruas Jalan Tol Cawang - Tanjung Priok - Ancol Timur - Jembatan Tiga - Pluit yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang terjadi sejak Sabtu dini hari, 8 Februari 2020 di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta turut menggenangi pintu masuk bagian barat kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. 

    Di lokasi, hingga pukul 12.00 WIB, ketinggian air antara 15-30 sentimeter sepanjang jalan Lodan Raya hingga dalam kawasan Ancol. Banjir itu akibat luapan Kali Ancol dan genangan air hujan yang tidak mengalir. "Luapan kali Ancol sejak pukul 05.00 WIB saat hujan deras," kata Adi, salah seorang petugas pintu air.

    Sementara itu, sejumlah pengunjung yang ingin menikmati akhir pekan di kawasan wisata Ancol, terpaksa membatalkan kunjungan karena banjir. "Batal masuk mas. Di luar saja tergenang, apalagi di dalam," ujar Dirmamsyah.

    Data pada pukul 12.00 WIB, dikutip laman posko banjir Sumber Daya Air DKI Jakarta, pintu air Air Jembatan Merah yang dilalui aliran Sungai Ciliwung siaga satu dengan ketinggian air 241 sentimeter.

    Status siaga 1 di pintu air Jembatan Merah turut menaikkan status pintu air Marina Ancol menjadi siaga 2 dengan ketinggian air 200 cm. Status normal pintu air yang berada di hulu itu di bawah 170 cm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.