Jakpro Bahas Surat Setneg yang Bolehkan Balap Formula E di Monas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo atau Jakpro bakal membahas surat Kementerian Sekretariat Negara yang menyetujui penyelenggaraan balap Formula E di kawasan Monas. Surat izin Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka itu baru diterbitkan pada Jumat, 7 Februari 2020.

    Sebelumnya, ada informasi bahwa Setneg menolak balap Formula E digelar di Taman Medan Merdeka atau Monumen Nasional. Berdasarkan info itu Jakpro mencari lokasi baru sirkuit balap mobil listrik itu dan berencana memindahkannya ke Gelora Bung Karno atau GBK. 

    "Kami sedang rapatkan surat itu," kata Deputy Director Communications Formula E JakPro, Hilbram Dunar, melalui pesan singkat, 10 Januari 2020.

    Hilbram menuturkan surat izin dari Kementerian Sekretariat Negara itu akan dibahas hari ini. Sebelumnya, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI memang menginginkan penyelenggaraan balap mobil listrik itu di kawasan ikonik seperti di Monas. "Kita tunggu hasil rapat," ujarnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah menerima arahan dari Kementerian Sekretariat Negara untuk tidak menggunakan kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, sebagai lintasan balap Formula E.

    Berdasarkan hasil rapat Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka (Komrah), pemerintah provinsi DKI dilarang menyelenggarakan balap mobil listrik tersebut di kawasan Monas yang menjadi cagar budaya itu.

    "Keputusan itu kami hormati dan kami percaya Insya Allah banyak hikmahnya," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis, 6 Februari 2020.

    Menurut mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu ada beragam pendapat dalam pertemuan yang digelar Komisi Pengarah terkait pembahasan Formula E di Jakarta. Anies yang menjadi sekretaris Komisi Pengarah memberikan alasannya ingin memanfaatkan Monas sebagai lintasan.

    Namun, dalam rapat singkat yang membahas pelaksanaan balap mobil listrik itu akhirnya diputuskan penyelenggara mesti mengubah rute balap Formula E agar tidak melintasi kawasan Monas. "Begitu tidak dianjurkan di Monas, ya sudah kami akan cari yang baru," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.