Polisi Akui Keliru Beri Informasi Banjir di Ancol

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter TMC Polda Metro Jaya mengunggah foto genangan banjir dari netizen di kawasan Pos Pengumben, Jakarta, Sabtu pagi, 18 Januari 2020. Twitter/TMC@puzz81

    Akun Twitter TMC Polda Metro Jaya mengunggah foto genangan banjir dari netizen di kawasan Pos Pengumben, Jakarta, Sabtu pagi, 18 Januari 2020. Twitter/TMC@puzz81

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengakui ada kekeliruan dalam memberikan informasi banjir di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Kesalahan informasi itu diakibatkan kelalaian pengelolaan akun Twitter @TMCPoldaMetro. 

    "Admin tidak mencermati dengan teliti betul info yang masuk, sehingga terjadi seperti itu," ujar Kepala Bidang  Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, saat dihubungi, Senin, 10 Februari 2020. 

    Yusri menerangkan, seharusnya informasi banjir yang dibagikan oleh admin Twitter @TMCPoldaMetro terjadi di Jalan Yos Sudarso. Namun foto yang disertakan adalah Jalan RE Martadinata Ancol. "Admin TMC Polda telah mem-posting kembali permohonan maaf dari admin TMC yang disampaikan di medsos," ujar Yusri. 

    Sebelumnya, saat hujan deras melanda Jakarta pada Sabtu, 8 Februari 2020, akun Twitter @TMCPoldaMetro mengatakan telah terjadi banjir di kawasan Jakarta Utara. Namun foto banjir yang disertakan dalam keterangan tersebut merupakan sungai yang melintang di antara RE Martadinata dan Lodan Raya. 

    Cuitan tersebut lalu mendapat protes dari warganet. Mereka menganggap akun TMC Polda Metro Jaya telah menyebarkan berita hoax. Salah satu warganet yang memprotes foto banjir tersebut adalah mantan Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pengelolaan Pesisir, Marco Kusumawijaya. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.