Dinas Sumber Daya Air DKI Evaluasi Sumur Resapan di Monas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Genangan air tampak menutupi tanah yang tertanam pohon di dalam areal Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Februari 2020. Salah satu titik genangan persis di samping proyek revitalisasi Monas. TEMPO/Lani Diana

    Genangan air tampak menutupi tanah yang tertanam pohon di dalam areal Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Februari 2020. Salah satu titik genangan persis di samping proyek revitalisasi Monas. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air DKI menyatakan bakal mengevaluasi sumur resapan yang diduga sebabkan banjir di Monas, Jakarta Pusat. "Nanti kami evaluasi," kata Kepala Dinas SDA Juaini Yusuf di Balai Kota DKI, Senin, 20 Februari 2020.

    Beberapa titik di kawasan Monumen Nasional atau Monas sisi selatan, Jakarta Pusat tampak tergenang setelah hujan deras pada Sabtu, 8 Februari 2020. Penelusuran Tempo, dua petugas menyebut air selalu menggenang setelah ada program sumur resapan dari pemerintah DKI Jakarta.

    "Saya amati setelah ada proyek sumur resapan itu, air surutnya lebih lama dibandingkan sebelumnya," kata salah satu petugas saat ditemui di lokasi, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Juaini menuturkan sumur resapan dibangun untuk mengurangi genangan air imbas hujan. Di beberapa lokasi, kata Juaini, sumur terbukti mampu untuk mengurangi genangan. "Di beberapa tempat terbukti. Genangan di badan jalan dan di pinggirnya cepat surut," ujarnya.

    Menurut Juaini, sumur resapan sebenarnya masih tetap membutuhkan saluran atau drainase. Tujuan pembuatan saluran tersebut untuk membuang air seandainya sumur resapan sudah penuh. "Sebenarnya memang harus disalurkan kalau sudah penuh. Jadi tidak ada genangan.

    Kata Juaini, saluran air telah dibangun di kawasan Monas. Namun, sejauh ini belum dievaluasi lagi Keberadaannya. Saluran tersebut, kata dia, semestinya juga terhubung ke sumur resapan untuk membuang air yang tidak tertampung. "Akan dicek ulang kondisinya (saluran) seperti apa. Apalagi kan ada kegiatan (revitalisasi Monas) di sana," ujarnya.

    Petugas Monas menceritakan air selalu menggenangi areal tanaman Monas usai hujan. Ini terjadi setelah sumur resapan dipasang pada Maret 2019. Dia menduga sumur resapan tak tepat digunakan untuk meminimalisasi genangan.

    Sebab, menurut dia, sumur resapan memiliki kapasitas maksimal menampung air hujan. Artinya, air akan meluber apabila kapasitas tampung sudah penuh."Kan beda antara resapan dengan saluran. Kalau saluran itu masuk seribu keluar seribu karena mengalir terus," jelas dia.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.