Viral Jalan Rusak di Bekasi, Pemkot Lakukan Perbaikan Sementara

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan rusak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ilustrasi jalan rusak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bekasi -Sebanyak tiga titik jalan di Kota Bekasi, Jawa Barat mengalami kerusakan parah. Pemerintah setempat terpaksa melakukan perbaikan sementara setelah viral di media sosial. Ini dilakukan lantaran harus menunggu proses lelang proyek selesai pada Maret 2020.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, tiga titik jalan rusak parah berada di depan BTC Jalan HM Joyomartono (Bekasi Timur), Jalan Raya Pengasinan depan SPBU Jatimulya (Rawalumbu), dan Jalan Pejuang batas Lingkar Utara (Medansatria).

    Kerusakan parah ini membuat pengguna jalan geram. Bahkan di Jalan Pejuang sampai ditaruh batang pohon pisang karena terlalu dalamnya lubang disertai genangan air. Padahal, kerusakan terjadi sejak awal tahun lalu. Namun, karena tak ada perbaikan, kerusakan semakin parah.

    "Sekarang kami pasang agrarit (pasir, batu, dan aspal dingin)," kata Kepala Seksi Pembangunan Jalan Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Idi Susanto pada Senin, 10 Februari 2020.

    Penanganan sementara ini dilakukan menyusul kerusakan jalan di tiga titik tersebut viral di media sosial. Sejumlah netizen terheran jalan rusak masih ada di kawasan perkotaan. Karena itu, mereka mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan.

    Idi menuturkan pemerintah telah mengalokasikan dana perbaikan permanen Rp 2 miliar dari anggaran daerah 2020. Konstruksi yang direncanakan berupa beton. "Sekarang sedang persiapan lelang, paling sebulan lagi mulai dikerjakan," kata Idi.

    Menurut Idi, kerusakan akibat genangan air. Karena itu, konstruksi jalan bakal dibuat lebih tinggi dari saluran yang ada. "Kalau hujan supaya airnya tidak menggenang," ucap Idi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.