Antisipasi Virus Corona, Bekasi Periksa TKA Asal Cina di Meikarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja di wilayah setempat untuk mengantisipasi virus corona.

    "Belum ada indikasi terkena virus corona," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Suhup ketika dihubungi pada Senin, 10 Februari 2020.

    Tenaga kerja yang telah diperiksa seperti pekerja di proyek apartemen Meikarta milik Lippo Cikarang, kemudian pabrik perakitan mobil Wuling. Khusus di Meikarta, kata dia, ada sekitar 260 pekerja asal Cina.

    "Masih akan terus berjalan, kami akan melihat perusahaan-perusahaan yang memang memperkerjakan banyak tenaga kerja asing terutama dari Cina," kata dia.

    Karena itu, menurut Suhup, pemeriksaan kesehatan bersama dengan instansi yang kompeten masih dilakukan. "Sekarang (hari ini) sudah ke perusahaan yang ketiga," kata Suhup yang tak menyebut nama perusahaan itu.

    Menurut dia, berdasarkan data tenaga kerja asing (TKA) di instansinya, ada sejumlah tenaga kerja sudah datang dari Cina selepas perayaan Imlek. Tapi, ada juga yang masih berada di negara asalnya.

    "Ini karena masalah Internasional, nasional, kami mengikuti prosedur, dan sekarang warga Cina juga belum boleh keluar dulu dari negaranya," kata Suhup.

    Khusus di Meikarta, sebelumnya ada pekerja asal Cina yang tewas membusuk pada Jumat malam pekan lalu di pintu B1 Tower 153 lantai 11 sekitar pukul 19.30 WIB. Korban adalah Yuan Haisheng. Namun, polisi menyebut pria 46 tahun tewas karena kecelakaan kerja, bukan disebabkan virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.