Formula E Tak Bisa Dibatalkan, DPRD: Ini Bukan Kerjaan DKI Saja

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz, menyatakan penyelenggaraan balapan Formula E di Jakarta tidak bisa dibatalkan. Alasannya, Pemerintah Provinsi DKI telah mengeluarkan uang ratusan miliar untuk menyelenggarakan balap mobil listrik itu.

    "Kalau ada yang bilang minta dibatalkan lihat sejarahnya. DKI juga sudah mengeluarkan uang Rp 360 miliar untuk komitmen fee-nya," kata Aziz di DPRD DKI, Senin, 10 Februari 2020.

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan penyelenggaraan Formula E juga tidak bisa dilihat sebagai agenda yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta saja. Menurut dia, Formula E sudah menjadi bagian dari pemerintah pusat.

    Seandainya perhelatan ini diselenggarakan dengan baik maka dampaknya akan terasa ke pemerintah pusat. "Begitu juga kalau dampaknya negatif, dampaknya ke pemerintah pusat. Ini bukan gawean DKI saja, tapi pemerintah pusat yang harus ikut menyukseskannya," kata Aziz.

    Aziz menuturkan perhelatan mobil balap ramah lingkungan ini memang tidak ada di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah DKI. Penyelenggaraan Formula E merupakan program strategis Gubernur DKI Anies Baswedan.

    Balapan Formula E merupakan kegiatan yang belum pernah diselenggarakan di Indonesia. DKI, kata dia, mengambil kesempatan ini karena paling siap ketimbang wilayah lain. "Mungkin daerah lain juga mau mengambil kesempatan ini, tapi DKI yang mengambil mungkin juga penilaian APBD-nya terbesar," ucapnya

    Aziz menegaskan penyelenggaraan Formula E di Jakarta tidak bisa dibatalkan. Menurut dia, semua pihak justru harus membantu agar ajang balap yang diselenggarakan pada 6 Juni 2020, bisa berlangsung sukses. "Kalau sukses bakal berdampak besar untuk mendorong pariwisata DKI," ujarnya.

    Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menolak penyelenggaraan Formula E di DKI. Partai besutan Grace Natalie itu mendorong agar anggaran Formula E dialihkan ke program penanggulangan banjir di ibu kota

    "Banjir masih melanda Jakarta," kata Ketua Fraksi PSI DKI Idris Ahmad. "Daripada untuk Formula E yang tak jelas manfaatnya, lebih baik uang dipakai untuk hal-hal semacam itu," ujarnya. 

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.