Satgas Antimafia Bola Jilid 3 Gandeng TNI dan Pemda

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono saat konferensi pers mengenai Satgas Antimafia Bola Jilid 3 di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono saat konferensi pers mengenai Satgas Antimafia Bola Jilid 3 di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, mengatakan akan melibatkan Polisi Militer (POM) TNI dalam Satgas Antimafia Bola Jilid 3. Kehadiran TNI untuk memastikan proses seleksi Timnas U-20 dan seluruh Liga Indonesia berjalan tanpa kecurangan.

    "Dengan kolaborasi, kerja sama, sinergi akan semakin menguatkan untuk mewujudkan sepak bola kita yang betul-betul bersih, bermartabat, berprestasi," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020.

    Selain melibatkan TNI, Satgas juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah tempat berlangsungnya pertandingan Liga 1, 2, dan 3. Dengan makin banyaknya pengawasan, dia berharap pengaturan skor dalam pertandingan bola di Indonesia dapat hilang. "Antimafia Bola juga sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Ketua PSSI, Menpora, manajemen klub," kata Gatot.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Aziz baru membentuk Satgas Antimafia Bola Jilid 3 pada 1 Februari 2020. Satgas memiliki fungsi agar tak ada pengaturan skor dalam setiap liga di Indonesia.

    Satgas Antimafia Bola Jilid 3 ini merupakan lanjutan dari jilid sebelumnya. Pada kepengurusan yang lalu, Satgas telah merampungkan masa tugasnya setelah membongkar dugaan pengaturan skor di Liga 3 antara Perses (Sumedang) versus Persikasi (Bekasi) dan melimpahkan kasus ini ke pengadilan.

    Kepala Satgas Antimafia Bola Polri, Brigadir Jenderal Hendro Pandowo, mengatakan pengaturan skor terjadi setelah manajemen klub sepak bola Persikasi memberikan uang suap kepada pihak PSSI Jawa Barat sebesar Rp 12 juta. Dengan uang tersebut, manajemen berharap klubnya dapat memenangkan pertandingan melawan Perses Sumedang pada 6 November 2019 melalui pengaturan skor.

    Kini, Satgas itu kembali dibentuk untuk mengawasi Liga 1, 2, dan 3. Untuk menunjukkan kesungguhan Satgas dalam memberantas mafia bola, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar, Yusri Yunus, mengatakan Kasatgas Antimafia Bola Polri Brigjen Hendro Pandowo akan memanggil Dirkrimum dari 13 Polda di Indonesia.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.