Fortum Jamin ITF Sunter Bakal Aman dan Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain maket pembangunan ITF Sunter. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

    Desain maket pembangunan ITF Sunter. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Pembangunan Intermediate Treatment Facility atau ITF Sunter masih mendapat penolakan terkait dampak lingkungannya.

    Vice President City Solution Fortum Izabela Van den Bossche, mengatakan bahwa anggapan pembangkit listrik tenaga sampah ini menghasilkan polusi salah. Fortum telah menandatangani persetujuan dengan PT Jakpro dengan skema joint venture untuk membangun pengolahan sampah dalam kota di kawasan Sunter, Jakarta Utara itu.

    Ia bahkan menjamin keamanan proyek ini. "Kalau suatu teknologi sudah dipilih, pasti sudah dilakukan perhitungan dulu, sehingga risiko-risikonya sudah dihitung," ujar Izabela saat berkunjung ke kantor Tempo, pada Senin, 10 Februari 2020.

    Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah mengenai residu bekas pembakaran. Izabela menjelaskan bahwa dalam prosesnya, residu tidak akan disimpan lama dan aman terjaga di dalam wadah yang tebal. "Ketebalannya cukup aman, jadi tidak terbawa banjir," ujarnya.

    Lebih lanjut, nantinya residu tersebut juga dapat dimanfaatkan menjadi bahan konstruksi. "Jadi memang dari sini dibawa lagi ke pihak ketiga yang akan mengolah (residu)," ujar Izabela.

    Selain itu, mengenai emisi, Izabel mengatakan bahwa proyek ini menggunakan standar Eropa. Maksudnya, ukuran emisi yang dihasilkan harus sesuai dengan yang ditetapkan standar Eropa. Dia mengatakan standar emisi Eropa ini terbilang lebih aman, lantaran jauh lebih rendah dibanding standar udara di Indonesia. "Karena itu standarnya Eropa yang sangat-sangat jauh (berada) di bawahnya," ujarnya.

    Izabela menyebut nantinya akan ada monitor emisi di lokasi ITF Sunter. Masyarakat pun bisa memantau jumlah emisi yang dihasilkan dari ITF Sunter tersebut. "Jadi bisa dilihat turun-naik emisinya," ujar dia.

    Sebelumnya Aliansi Zero Waste Indonesia atau AZWI mengkritik pemerintah DKI Jakarta yang menyatakan teknologi pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facility atau ITF Sunter, Jakarta Utara aman, karena mengadopsi standar Eropa. Sebab, baku mutu emisi yang tercantum dalam analisis dampak lingkungan atau Amdal ITF Sunter tetap menggunakan standar Indonesia.

    "Jadi pernyataan soal insinerator standar Eropa itu sebenarnya hanya pernyataan di media, tidak sesuai fakta di Amdal," kata Peneliti Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) Fajri Fadillah saat konferensi pers di kantor Walhi Jakarta, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.