Pemprov DKI Jakarta Optimistis Sirkuit Formula E Beres April

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam 'ring road' Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam 'ring road' Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis pembangunan sirkuit Formula E bakal tuntas sebelum lomba digelar. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengklaim Dinas bisa menyiapkan infrastruktur sebelum balap mobil listrik itu digelar di Jakarta pada 6 Juni 2020.

    “Jadi mau di GBK (Gelora Bung Karno), di Monas, masih on the track, April selesai (sirkuit siap),” ujar Hari, Selasa, 11 Februari 2020.

    Hari mengklaim proses pengasapalan sirkuit Formula E bisa segera rampung. Sebab, aspal hotmix telah masuk dalam katalog elektronik sehingga Dinas tidak perlu melelang pekerjaan pengaspalan.

    Nota Dinas Bina Marga DKI bertanggal 31 Desember 2019 menyebutkan sirkuit Formula E di Monas dibagi menjadi tiga bagian antara lain segmen satu, yaitu area lingkar Monas dengan kondisi eksisting perkerasan jalan berupa batu alam (cobble stone).

    Segmen dua, silang Monas Barat Daya dan Silang Monas Tenggara dengan kondisi eksisting perkerasan jalan berupa hotmix. Adapun segmen tiga ialah area Jalan Medan Merdeka Selatan dengan kondisi eksisting perkerasan jalan berupa hotmix dan beton.

    Nota Dinas itu menyebutkan ada dua alternatif untuk menyiapkan sirkuit di lingkar Monas (cobble stone). Alternatif pertama ialah mempertahankan batu alam dan membangun lintasan balap berupa perkerasan aspal di atas perkerasan batu alam (overlay). “Setelah selesai, lintasan balap dapat dibongkar lagi dan perkerasan kembali menjadi batu alam,” seperti dikutip dari Nota Dinas itu.

    Adapun, alternatif kedua ialah membongkar semua batu alam dan menggantinya dengan aspal sebagai sirkuit. Batu alam yang dibongkar itu kemudian bisa dimanfaatkan lagi untuk menata landscape di kawasan Monas.

    Dari dua alternatif itu, Dinas Bina Marga menyarankan untuk memilih alternatif pertama. Hari enggan berkomentar terkait dua opsi itu. “Dilapisi ataupun dibongkar, kami sudah punya desainnya,” ujar Hari.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.