Lucinta Luna Ditempatkan di Sel Khusus Polda Metro Jaya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucinta Luna bersama kekasihnya Abash saat mempromosikan film

    Lucinta Luna bersama kekasihnya Abash saat mempromosikan film "Bridezilla" di kantor Tempo, Jakarta, 19 Juli 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas Lucinta Luna akan menempati sel khusus di Polda Metro Jaya setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 12 Februari 2020.

    Lucinta Luna alias AP pernah menjalani sidang ganti kelamin dari pria menjadi wanita dan memenangkan gugatan. "Di KTP memang wanita, namun di paspor masih laki-laki, tetapi harus dilihat dasarnya, di sel mana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, hari ini.

    Yusri menyebutkan Lucinta sempat bercanda dengan polisi, bertanya di sel mana dia ditahan.

    "Keterangan pengacara sudah ada putusan pengadilan. Hari ini masih menunggu dari pengacara seperti apa yang ditentukan pengadilan," kata Yusri.

    Lucinta menjadi tersangka karena hasil pemeriksaan urinenya positif mengandung zat psikotropika benzodiazepine.

    Sedangkan tiga terperiksa lainnya, GD (35), NHAM (22), kekasih Lucinta, dan wanita berinisial DAA (35), negatif narkotika dan psikotropika. Namun tiga orang tersebut ditetapkan sebagai saksi.

    Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Audie S Latuheru mengatakan, Lucinta akan ditahan di sel khusus sambil menunggu hasil putusan pengadilan. "Dia akan ditahan di sel khusus di Polda Metro Jaya," ujar Audie.

    Barang bukti narkoba yang ditemukan saat Lucinta digrebek di Apartemen Thamrin Residence, Tanah Abang, adalah dua butir pil ekstasi biru berlogo legi, tujuh butir pil riklona dan lima butir pil tramadol.

    Polisi akan mendalami penyalahgunaan narkotika dan psikotropika selebritas itu dengan mengirimkan sampel darah dan rambut Lucinta Luna ke laboratorium BNN Lido, Bogor, Jawa Barat.

    Lucinta Luna dikenai Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 60 ayat (1) sub huruf pasal 62 juncto pasal 71 ayat (1) UUI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.