Keributan di Terminal Kampung Rambutan, Polisi: Bukan Ormas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik menurunkan barangnya saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu, 8 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pemudik menurunkan barangnya saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu, 8 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Jakarta Timur memastikan keributan di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, pada Senin, 11 Februari 2020, tidak ada kaitannya dengan ormas.

    Kasat Reskrim Polresto Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan baku hantam yang membuat dua orang luka-luka itu dipicu perseteruan antarpenjual tiket pada perusahaan otobus (PO).

    "Kami luruskan informasi yang beredar, bahwa keributan di Terminal Kampung Rambutan tidak ada kaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), tapi rebutan penumpang PO," ujar Hery Purnomo di Jakarta, Rabu siang, 12 Februari 2020.

    Berdasarkan laporan dari Polsek Ciracas, kata Hery, peristiwa terjadi pada pukul 01.00 di zona PO Terminal Kampung Rambutan. Kejadian berawal saat PO ALS mendapatkan delapan penumpang tujuan Pekalongan, Jawa Tengah.

    "Namun saat penumpang sampai di loket PO ALS, tidak ada kesepakatan harga sehingga penumpang tersebut diambil oleh PO Setia Negara dengan ongkos Rp100.000 per orang," kata Hery.

    Seorang karyawan PO ALS meminta komisi kepada PO Setia Negara Rp10.000 per orang, tapi permintaan tersebut tidak diberikan oleh PO Setia Negara.

    "Lalu terjadi perkelahian antara PO ALS dan PO Setia Negara yang menyebabkan karyawan PO Setia Negara atas nama Joel D Saputra Simatupang mengalami luka," katanya.

    Joel, 22, menderita luka di pelipis bagian kanan akibat dipukul menggunakan bangku lipat oleh karyawan PO ALS bernama Chandra.

    Melihat rekannya dianiaya, korban Rahmat Hidayat, 25, mencoba membantu Joel yang dikeroyok sehingga menjadi sasaran pemukulan dari pelaku. "Korban juga mengalami luka pada tengkuk belakang dan luka pada perut," katanya.

    Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum. "Pelaku dan korban sempat membawa-bawa salah satu nama ormas, tapi itu tidak terjadi," katanya.

    Saat ini pelaku penganiayaan dalam keributan di Terminal Kampung Rambutan tersebut sedang dalam proses pemeriksaan polisi di Polsek Ciracas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.