Butuh 222 CPNS, Pemkot Tangerang Selatan Seleksi 5.748 Peserta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Tes SKD CPNS tahun anggaran (TA) 2019 diselenggarakan mulai 27 Januari hingga 28 Februari 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Peserta bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Tes SKD CPNS tahun anggaran (TA) 2019 diselenggarakan mulai 27 Januari hingga 28 Februari 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan- Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) kota Tangerang Selatan menyeleksi 5.748 orang calon pegawai negeri sipil atau CPNS yang telah mendaftar.

    "Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) sudah dilakukan mulai dari tanggal 8 sampai 18 Februari 2020," kata kepala BKPP kota Tangerang Selatan, Apendi, Rabu 12 Februari 2020.

    Menurut Apendi, tes tersebut dilakukan di Computer Assisted Test yang berada di wilayah BSD. Sementara tes dilakukan lima sesi, dan hari jumat selama empat sesi.

    "Nanti setelah tes SKB, tim panselnya mengumumkan hasil tes para CPNS ini, di pemerintah kota Tangerang Selatan sendiri membutuhkan 222 ASN," ujarnya.

    Penerimaan CPNS di kota Tangerang Selatan, kata Apendi, meliputi bidang pendidikan atau guru sebanyak 69 orang , bidang kesehatan 89 orang dan bidang teknis sebanyak 64 orang. "Nanti panselnas mengumumkan nilai yang tertinggi sesuai dengan passing gradenya," ungkapnya.

    Selain membuka pendaftaran CPNS untuk 222 formasi, pemerintah kota Tangerang Selatan juga menyediakan sebanyak dua persen untuk pelamar berkebutuhan khusus atau disabilitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.