Jakarta Targetkan Bebas HIV / AIDS pada 2030

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan mensosialisasi kepada masyarakat tentang edukasi HIV AIDS dalam memperingati Hari AIDS Sedunia saat car free day sekitar Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 1 Desember 2019. Edukasi ini agar masyarakat sadar dan perduli kepada orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Relawan mensosialisasi kepada masyarakat tentang edukasi HIV AIDS dalam memperingati Hari AIDS Sedunia saat car free day sekitar Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 1 Desember 2019. Edukasi ini agar masyarakat sadar dan perduli kepada orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta -Dinas Kesehatan DKI Jakarta menargetkan ibu kota bebas dari HIV /AIDS pada 2030. DKI telah meluncurkan berbagai kegiatan untuk mencapai target bebas dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

    "Ya, target besarnya seperti itu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Widyastuti MKM dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

    Untuk mencapai target itu dilakukan sejumlah kegiatan yang melibatkan pihak terkait, seperti Jakarta Memanggil serta implementasi Peraturan Daerah Nomor 5/2008 tentang Penanggulangan AIDS dan Pembiayaan Program.

    Peluncuran Jakarta Memanggil dilakukan pada Selasa, 11 Februari 2020 di Auditorium Abdurahman Saleh RRI, Jakarta.

    DKI Jakarta merupakan empat besar provinsi dengan jumlah kasus HIV dan AIDS terbanyak di Indonesia bersama Papua, Bali dan Jawa Timur. Estimasi Kementerian Kesehatan menyatakan ada 109.676 ODHA (Orang dengan HIV AIDS) di Jakarta.

    “Namun yang terdeteksi saat ini baru 65.606. Masih ada 40 persen yang belum bisa kita deteksi," katanya.

    Dalam mengatasi permasalahan HIV-AIDS di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginisiasi beberapa komitmen. Antara lain dalam bentuk regulasi dengan menerbitkan Perda Nomor 5/2008 tentang Penanggulangan AIDS dan Pembiayaan Program.

    Selain itu, ada juga komitmen menyediakan fasilitas layanan kesehatan berupa tes HIV, pengobatan HIV dan pemantauan keberhasilan pengobatan serta komitmen untuk terus melakukan inovasi program.

    Bahkan sejak Januari 2019, DKI Jakarta juga telah meluncurkan "Jak Track" yang telah digunakan oleh lebih dari 70 Puskesmas (kecamatan dan kelurahan), klinik swasta dan rumah sakit di DKI Jakarta.

    Selama Januari-September 2019, dengan Reservasi Daring yang telah diterapkan di 35 Puskesmas dan RSUD di Jakarta, terdapat 2.910 permohonan tes HIV (booking test) yang dibuat. Lebih dari 500 klien telah merasakan mudahnya akses ke layanan HIV melalui fasilitas ini.

    Selama 2019, 809 kali konseling dan tes HIV sukarela (KTS) atau "voluntary counselling and testing" (VCT) telah dilakukan di Puskesmas. Total 18.866 klien telah melakukan tes HIV dengan angka temuan kasus 10 persen dari total tes.

    "Mobile VCT atau Dokling pelaporannya dilakukan menggunakan 'Jak-Track' dan bisa dengan mudah langsung diakses oleh LSM penjangkau," katanya.

    Dengan berbagai kemudahan yang telah "Jak-Track" hadirkan, tegasnya, diharapkan ke depan penggunaan "Jak Track" bisa lebih optimal dan dapat memudahkan petugas layanan kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta.

    Widyastuti juga mengatakan, sudah menjadi pakem untuk isu kesehatan publik bahwa tidak ada program kesehatan publik yang berhasil tanpa partisipasi masyarakat, termasuk upaya mengatasi masalah HIV/AIDS.

    Karena itu, Widyastuti mengapresiasi dukungan dan bantuan teknis USAID/LINKAGES yang telah menginisiasi Jakarta Memanggil yang merupakan sebuah gamifikasi yang bertujuan mengajak seluruh petugas kesehatan. Terutama petugas Puskesmas dan klinik untuk melakukan aksi-aksi percepatan penanggulangan HIV / AIDS yang terencana dan terpadu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.