Kisruh Rekomendasi Monas Untuk Formula E, Anies Baswedan Bungkam

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Anies Baswedan enggan menanggapi soal kisruh rekomendasi penggunaan kawasan Monas untuk balapan Formula E. Dia menyatakan mengapresiasi Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Monas yang akhirnya mengizinkan penggunaan kawasan tersebut sebagai bagian dari lintasan balapan.

    "Kan tadi sudah sama Dinas Kebudayaan," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis, 13 Februari 2020. "Gini saja, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Komrah yang telah memberikan persetujuan sehingga formula E bisa dilaksanakan di kawasan Monumen Nasional," ujarnya.

    Sebelumnya Tim Ahli Cagar Budaya DKI menyatakan tak pernah memberikan rekomendasi penyelenggaraan Formula E di kawasan Medan Merdeka atau Monumen Nasional. Ketua tim Mundardjito menyatakan pihaknya memang pernah dimintai pendapat oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, beberapa waktu lalu. Saat itu, Mundardjito melanjutkan Tim Cagar Budaya menyatakan ketidaksetujuan atas rencana pemerintah DKI membangun sirkuit temporer di Monas.

    "Kami tidak merekomendasikan itu," ujar Mundardjito, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya DKI, kepada Tempo, Rabu kemarin. “Karena ada nilai sejarah penting di sana.”

    Ironisnya, dalam surat kepada Mensesneg Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka dua hari lalu, Anies Baswedan menyatakan telah memperoleh rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya DKI tentang penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut di area Monas.

    "Dalam rangka menjaga fungsi kelestarian Iingkungan dan cagar budaya di kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya Pemerintah vainsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta," tulis Anies dalam surat resmi benomor 61/-1/857.23 yang ditujukan kepada Menteri Sekretariat Negara sekaligus Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, pada Selasa, 11 Februari 2020.

    Anies tak mau ambil pusing soal rekomenasi TACB itu. Dia berkukuh bahwa penyelenggaraan balap mobil listrik itu telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Pengarah pembangunan kawasan Medan Merdeka.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan pihaknya saat ini intensif berkomunikasi dengan Formula E sekaligus Formula E Operation ( FEO). Dari komunikasi itu, Anies Baswedan berujar, seluruh target tenggat waktu tetap dan harus bekerja dengan cepat karena keterbatasan waktu penyelenggaraan pada 6 Juni mendatang.

    "Kami akan kerahkan semua sumber daya. Tapi dengan tetap menggunakan kawasan Monas," ujarnya. "Maka tidak ada perubahan perencanaan yang harus dilakukan baik dari ukuran jalannya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.