Bupati Bogor: Hari Valentine Bukan Budaya Asli Indonesia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cabup Kabupaten Bogor Ade Yasin. Facebook.com

    Cabup Kabupaten Bogor Ade Yasin. Facebook.com

    TEMPO.CO, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan di Kabupaten Bogor tidak ada Hari Valentine ketika menanggapi pelarangan Hari Valentine oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.

    Menurut dia, Hari Valentine bukan budaya asli Indonesia, khususnya Kabupaten Bogor. Hari Valentine adalah budaya barat dan menjamur di Indonesia.

    "Enggak usah deh masyarakat kita ikut-ikutan budaya orang, masih banyak kok budaya atau perayaan baik yang bisa kita lakukan," kata Ade Yasin saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis, 13 Februari 2020.

    Ade menganggap perayaan Hari Valentine tidak banyak memberi sisi positif. Bahkan, Ade menyebut budaya merayakan Hari Valentine justru melahirkan perilaku buruk bagi generasi muda.

    Untuk merayakan kasih sayang, tentu tidak harus menunggu tanggal 14 Februari.

    "Selayaknya keluarga aja, kita nyayangin anak tiap hari, kaka adek dan juga suami istri kan tiap hari."

    Perempuan berjilbab tersebut membantah penolakannya atas perayaan Hari Valentine berkaitan dengan agama. Dia berpendapat jika generasi bangsa terus disuguhi budaya-budaya luar maka mereka terkikis pengetahuannya tentang budaya asli Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.