Efek Digempur Hujan, 2 Jalan Rusak di Sawah Besar Harus Ditambal

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan jalan rusak berlubang di dekat Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2018. Lubang tersebut langsung ditambal oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Foto/TMC Polda Metro Jaya

    Polisi menunjukkan jalan rusak berlubang di dekat Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2018. Lubang tersebut langsung ditambal oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Foto/TMC Polda Metro Jaya

    TEMPO.CO, Jakarta -Dua jalan rusak di Kecamatan Sawah Besar harus ditambal oleh Satuan Pelaksana Tugas (Satpel) atau Dinas Bina Marga akibat terkelupas setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kedua kawasan itu.

    Kedua jalan rusak yang ditambal berlokasi di Jalan Samanhudi Kelurahan Pasar Baru dan Jalan Rajawali Selatan Kelurahan Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat.

    "Pengerjaan atas laporan warga, kita pakai metode cold mix. Rusaknya jalan diakibatkan karena intensitas hujan yang tinggi sehingga aspal mengelupas," kata Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Sawah Besar, Hezkiel Satwagun di sela-sela penambalan jalan, Kamis, 13 Februari 2020.

    Hezkiel mengatakan, penambalan aspalnya itu tidak memakan waktu lama untuk pengerjaannya dan rampung dalam waktu satu hari.

    Dalam penambalan jalan itu, Hezkiel menurunkan 15 orang petugas Satpel Bina Marga Sawah Besar untuk mengembalikan fungsi jalan kembali seperti semula.

    Satu buah alat 'baby roller' juga diturunkan untuk memadatkan aspal yang dikerjakan dengan metode "cold mix" oleh para petugas Satpel Bina Marga Sawah Besar.

    Hezkiel mengatakan tidak hanya menerima laporan warga, pihaknya juga berpatroli untuk mengecek keadaan jalan agar tetap nyaman dan aman digunakan oleh masyarakat Jakarta Pusat khususnya warga kecamatan Sawah Besar.

    "Saya bersama Satgas BM Kecamatan Sawah Besar selalu monitoring wilayah. Jika ada jalan rusak akan kita tambal langsung demi memberikan kenyamanan," ujar Hezkiel.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.