Kisruh Rekomendasi Formula E, Giliran Fraksi Golkar Buka Suara

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Pemprov DKI Jakarta harus menggelontorkan Rp3,1 triliun untuk memuluskan proyek balapan Formula E di Jakarta ini. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi pebalap Sean Gelael didalam mobil BMW i8 Roadster ketika mengikuti konvoi mobil listrik melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Pemprov DKI Jakarta harus menggelontorkan Rp3,1 triliun untuk memuluskan proyek balapan Formula E di Jakarta ini. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyayangkan kekisruhan yang terjadi karena perbedaan penjelasan soal pemberian rekomendasi penggunaan kawasan Monas untuk balapan Formula E.

    Menurut Judistira, terkait sengkarut rekomendasi izin Formula E di Monas ini membuktikan kurangnya koordinasi di internal pemerintah DKI.

    "Ini kan amat kami sayangkan. Sekali lagi bukti bahwa adanya kurang koordinasi atau tidak berkoordinasi dengan baik hal-hal yang menjadi prioritas di sekitar pak gubernur," kata Judistira saat dihubungi, Jumat, 14 Februari 2020.

    Judistira belum mengetahui apa yang terjadi kekisruhan tersebut. Dewan, menurut dia, harus meneliti lebih lanjut dan meminta penjelasan dari Gubernur DKI Anies Baswedan. Judistira menyebut, dewan tak mau melihat adanya kekisruhan di setiap kegiatan DKI.

    "Sudah menjadi kisruh seperti ini pak gubernur harus menjelaskan pada dewan apa titik permasalahannya sehingga tidak menimbulkan kekisruhan yang lebih lanjut," ucap dia.

    Sebelumnya, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI menyatakan tak pernah memberikan rekomendasi penyelenggaraan Formula E di kawasan Medan Merdeka atau Monumen Nasional. Kawasan Monas berstatus cagar budaya.

    Ketua tim Mundardjito menyatakan pihaknya memang pernah dimintai pendapat oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, beberapa waktu lalu. Saat itu, Mundardjito melanjutkan Tim Cagar Budaya menyatakan ketidaksetujuan atas rencana pemerintah DKI membangun sirkuit temporer di Monas.

    Padahal sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan telah mendapatkan persetujuan dari Tim Ahli Cagar Budaya DKI untuk menyelenggarakan Formula E di kawasan Monas. Pernyataan itu tertuang dalam surat resmi Anies bernomor 61/-1/857.23 yang ditujukan kepada Menteri Sekretariat Negara sekaligus Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Iwan Mardhana menjelaskan TACB tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan rekomendasi terkait dengan penggunaan kawasan Monas untuk ajang balap mobil listrik itu alias Formula E.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.