Polemik Formula E, Pemprov DKI Akui Surat Rekomendasi Salah Ketik

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah DKI Saefullah saat memaparkan rencana revitalisasi Monas  di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Sekretaris Daerah DKI Saefullah saat memaparkan rencana revitalisasi Monas di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI mengakui ada salah ketik dalam surat balasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tentang Formula E. Hal itu dilontarkan oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah. 

    "Ada kesalahan ketik. Itu kemarin tertulis TACB (Tim Ahli Cagar Budaya)," ujar Saefullah di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.

    Saefullah mengatakan seharusnya dalam surat tersebut rekomendasi berasal dari Tim Sidang Pemugaran (TSP). Rekomendasi tersebut berkaitan dengan balap Formula E di kawasan Monas.

    Sekda menilai kesalahan terjadi karena tim teknis tidak teliti saat mengetik surat. "Salah kan bisa di mana-mana. Siapa saja bisa salah," kata Saefullah.

    Saefullah menyebutkan Pemprov DKI Jakarta akan bersurat ke Kementerian Sekretariat Negara untuk memberikan penjelasan atas kesalahan ketik pada surat rekomendasi tersebut. "Ya nanti kami susulkan perbaikannya," ujar dia.

    Dalam surat Gubernur DKI Jakarta ke Kementerian Sekretariat Negara bernomor 61/-1/857.23 Anies Baswedan mencantumkan telah mendapatkan rekomendasi dari TACB.

    Ternyata TACB DKI Jakarta menyatakan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atau menyarankan Anies Baswedan untuk penyelenggaraan Formula E di Monas. Alasannya karena kawasan tersebut merupakan cagar budaya. "Rekomendasi tidak pernah ada," kata anggota TACB DKI Danang Priatmodjo saat dihubungi.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.