Balapan Formula E: Start di Depan Kantor Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo dan Federation Internationale de l'Automobile (FIA) merilis video yang menunjukkan gambaran trek balap Formula E yang akan berlangsung di Monas. Trek sepanjang 2,6 kilometer tersebut sebagian besar berada di dalam kawasan Monas.

    "Kalau dari jalan yang di luarnya (Monas) memang Jalan Medan Merdeka Selatan saja," ujar Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.

    Dari video yang ditunjukkan, balapan akan berlangsung sesuai dengan arah jarum jam. Posisi start akan dimulai di Jalan Medan Merdeka Selatan. "Start akan dimulai di depan Balai Kota, Kantor Gubernur DKI Jakarta," begitu dalam tayangan video penyelenggara.

    Jika searah jarum jam, maka gambaran lintasan balap Formula adalah sebagai berikut. Pembalap akan start di depan kantor Anies Baswedan menuju ke arah Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Kemudian, para pembalap mobil listrik itu akan masuk ke dalam Monas melalui pintu Silang Merdeka Daya Barat menuju ke arah Tugu Monas.

    Para pembalap akan melakukan putaran di sekitar Tugu Monas dan menuju ke Pintu Monas Silang Tenggara atau sekitar Stasiun Gambir. Selanjutnya, peserta akan keluar dari dalam Monas dan kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan atau ke titik start.

    Sirkuit Formula E Jakarta memiliki 12 tikungan. Delapan tikungan ke arah kanan dan empat ke kiri. Kecepatan maksimal mobil listrik diperkirakan bakal mencapai 220 kilometer per jam. Balapan yang dijadwalkan berjalan 6 Juni 2020 ini akan berlangsung selama 45 menit.

    Karena trek masuk ke dalam Monas, maka batu alam atau cobble stone yang selama ini menjadi alas akan terdampak. Dwi Wahyu mengatakan panitia memiliki dua opsi untuk cobble stone tersebut. Pertama, membongkar kemudian melapisi dengan aspal.

    Pilihan kedua, lanjut Dwi, adalah melapisi cobble stone dengan aspal. Pilihan ini membuat batu alam yang selama ini menjadi lantai Monas tidak perlu dibongkar.

    Menurut dia, aspal yang akan digunakan sesuai dengan standar dari FIA, selaku federasi yang menaungi ajang balap Formula E, yaitu Grade 3. "Kalau saya pribadi, berharap aspal itu dipermanenkan saja. Jangan dikelupas lagi," ujar Dwi.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.