Bapeten Temukan Kontaminasi Nuklir di Serpong, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi reaktor nuklir RDE milik Badan Tenaga Nuklir Nasional di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa, 25 September 2018. (batan.go.id)

    Warga mengunjungi reaktor nuklir RDE milik Badan Tenaga Nuklir Nasional di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa, 25 September 2018. (batan.go.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten menemukan area terkena kontaminasi nuklir di kawasan Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

    Temuan ini didapat setelah uji fungsi pemantauan radioaktivitas lingkungan pada 30-31 Januari 2020.

    Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan, mengatakan pihaknya menemukan kenaikan nilai paparan radiasi di kawasan area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J.

    "Tim uji fungsi melakukan pengecekan dan penyisiran di sekitar daerah tersebut di atas, dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal," kata Indra melalui keterangan tertulis pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Indra mengatakan Bapeten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional atau Batan sebelumnya telah memasang garis pembatas di lokasi dengan laju paparan yang tinggi dan disaksikan ketua RT setempat. Kedua lembaga juga mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dianalisis.

    Pada 7-8 Februari lalu, tim gabungan mencari sumber yang diduga penyebab kenaikan laju paparan itu. Hasilnya, tim menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif.

    Setelah itu, lanjut Indra, mereka melakukan pengangkatan serpihan sumber radioaktif itu lalu melakukan pemetaan ulang. Laju paparan tercatat mengalami penurunan meski masih di atas nilai normal.

    "Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut," ujar Indra.

    Tim Bapeten dan Batan lantas mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi. Sampel ini diteliti untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang atau pencemaran.

    Tim Batan juga melakukan dekontaminasi dengan pengerukan tanah dan pemotongan pohon dan tanaman. Setelah dekontaminasi, laju paparan tercatat mengalami penurunan yang signifikan.

    Kendati begitu, angkanya masih di atas nilai normal sehingga perlu dekontaminasi kembali. Indra mengatakan Batan juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa warga di sekitar lokasi.

    Menurut Indra, laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah Blok H, I, J, dan lapangan voli Blok J terukur pada batas normal. Untuk sementara, warga pun diminta tidak memasuki area itu.

    "Untuk alasan keselamatan warga diimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli," ujar Indra soal lokasi di Serpong ini.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.