Jakpro Minta Aspal Monas Untuk Formula E Nantinya Tak Dibongkar

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam 'ring road' Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam 'ring road' Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo sekaligus Chairman Organising Committee (OC) Jakarta E-Prix, Dwi Wahyu Daryoto berharap lantai Monumen Nasional atau Monas yang akan menjadi sirkuit balapan Formula E diganti dengan aspal. Selama ini, lantai di sekitar area Tugu Monas itu dilapisi cobblestone atau batu alam.

    "Kalau saya pribadi, berharap aspal itu dipermanenkan saja, jangan dikelupas lagi," ujar Dwi di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.

    Dwi setidaknya menyampaikan dua alasan mengapa ia mendukung lantai Monas dibongkar dan lalu diaspal permanen. Pertama, dia menyetujui pernyataan dari seorang wartawan yang mengaku merasakan sakit bila menaiki delman di Monas yang berlantai cobblestone.

    "Naik delman melalui cobblestone saja sakit," kata dia.

    Alasan kedua, ujar Dwi, berkaitan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Menurut, permukaan aspal bakal lebih halus dari cobblestone. "Saudara kita yang disabilitas bisa lewat dengan nyaman," kata Dwi.

    Perbuatan lintasan Formula E akan berdampak pada nasib cobblestone di sana. Jakpro memiliki dua opsi yakni membongkar batu alam itu dan kemudian melapisinya dengan aspal. Kedua, langsung melapisi dengan aspal tanpa harus membongkar cobblestone.

    Ajang Formula E di Monas rencananya diselenggarakan pada 6 Juni 2020. Lintasan sepanjang 2,6 kilometer itu akan menggunakan jalan Merdeka Selatan hingga area sekitar Tugu Monas yang berlantai cobblestone. Proyek pengerjaan aspal diperkirakan selesai 2-3 bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.