Izin Formula E Monas Bermasalah, Jakpro Yakin Tak Pindah Tempat

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara saat ikut hadir dalam Jakarta E-PRIX 2020, di Kawasan Silang Monas, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Jakarta akan menjadi arena dari balapan mobil formula khusus berdaya listrik pada Juni 2020 besok. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara saat ikut hadir dalam Jakarta E-PRIX 2020, di Kawasan Silang Monas, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Jakarta akan menjadi arena dari balapan mobil formula khusus berdaya listrik pada Juni 2020 besok. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan Kawasan Medan Merdeka yang mencakup Monas di dalamnya sebagai sirkuit Formula E masih berpolemik. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sudah menerima rekomendasi untuk menggunakan Monas sebagai lintasan balap. Sementara itu Tim Cagar Budaya membantahnya.

    Menanggapi masalah itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo sekaligus Chairman Organising Committee Jakarta E-Prix, Dwi Wahyu Daryoto yakin sirkuit balapan tak akan pindah tempat atau tetap di Monas. "Insya Allah gak (pindah)," kata dia di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.

    Menurut Dwi Wahyu, pihak yang memilih Monas sebagai sirkuit adalah Formula E Operations (FEO). Menu dia, federasi tersebut telah melakukan survei beberapa lokasi di Ibu kota untuk dijadikan sebagai sirkuit.

    "Monas itu dianggap yang paling ikonik untuk mewakili Indonesia dan Jakarta," kata Dwi Wahyu.

    Hingga saat ini, nasib Monas sebagai sirkuit Formula E belum terang. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menuding Anies Baswedan dan jajarannya telah memanipulasi rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya. Pras mengaku akan segera memanggil mantan Menteri Pendidikan itu.

    Sementara pihak Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa penyebutan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya dalam surat Anies kepada Mensesneg Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka hanya salah ketik.

    Imbauan untuk memilih tempat lain sebagai sirkuit Formula E telah disampaikan. Salah satu oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz. Menurut dia, kawasan Gelora Bung Karno (GBK) bisa dijadikan pilihan apalagi jika bertujuan mencari keuntungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.