Korban Longsor Sukajaya Butuh Rp 105 M untuk Pemulihan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD berjalan di lokasi bencana tanah longsor Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 13  Januari 2020. Basarnas menyatakan pencarian tiga korban tanah longsor di kampung tersebut dihentikan karena kondisi medan dan cuaca menjadi kendala. ANTARA

    Prajurit TNI AD berjalan di lokasi bencana tanah longsor Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020. Basarnas menyatakan pencarian tiga korban tanah longsor di kampung tersebut dihentikan karena kondisi medan dan cuaca menjadi kendala. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor meminta bantuan dana rehabilitasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk korban longsor Sukajaya. Bupati Bogor, Ade Yasin, menyatakan membutuhkan dana pemulihan infrastruktur senilai Rp 105 miliar. 

    Rincian dana tersebut terdiri dari pembangunan jalan di Kecamatan Nanggung senilai Rp 30 miliar, pembangunan jalan di Kecamatan Sukajaya sebesar Rp 25 miliar. Sisanya, Rp 50 miliar untuk pembangunan rumah warga yang terdampak langsung.

    "Total seribu rumah. Itu khusus yang terkena bencana," kata Ade Yasin melalui sambungan telepon, Sabtu 15 Februari 2020.

    Bupati Ade mengatakan hasil rekapitulasi terakhir pasca longsor di Kabupaten Bogor tercatat 1.092 unit rumah rusak berat. Lalu 1.625 unit rumah mengalami rusak sedang dan 1.334 rumah mengalami rusak ringan. Untuk bangunan fasilitas umum, tercatat sepuluh masjid rusak berat dan 15 masjid rusak ringan.

    Lalu bangunan sekolah ada lima mengalami rusak berat, delapan sekolah mengalami rusak sedang dan tiga sekolah rusak ringan. "Kalau jembatan ada 80 yang rusak berat dan 2 jembatan rusak ringan. Kami segera perbaiki itu," kata Ade.

    Permintaan dana tersebut, Ade mengatakan, disampaikan pada acara Komunikasi Pembangunan Daerah (KOPDAR) ke Gubernur Ridwan Kamil alias Emil. Ade menyebut selain meminta dana khusus bencana, juga mengajukan dana senilai Rp 1,4 triliun yang akan dipergunakan untuk infrastruktur lainnya, salah satunya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Utara Kabupaten, lengkap dengan sarana prasarananya. "Untuk RSUD itu saya mengajukan bantuan seratus miliar," kata Ade.

    Ade juga menyebut beberapa infrastruktur lainnya yang harus segera dibangun untuk meminimalisir kemacetan dan akses penghubung antar wilayah. Ia mengatakan butuh Rp 150 miliar untuk pembangunan jalan penghubung antara Bojonggede dan Kemang.

    Lalu jalur puncak II atau dia sebut jalan Poros Timur Tengah yang menghubungkan Bogor dan Cianjur senilai 1,2 triliun. "Poros Timur Tengah akan sangat efektif untuk pengurai macet di Puncak. Itu prioritas pembangunan kami," kata Ade Yasin.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.