Tanggul Jebol Penyulut Banjir, Dinas PUPR Depok Salahkan Warga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dibantu alat berat membersihkan sisa turap yang longsor di Kali Jantung, kawasan Perumahan Tirta Mandala, Cilodong, Depok, Ahad, 16 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas dibantu alat berat membersihkan sisa turap yang longsor di Kali Jantung, kawasan Perumahan Tirta Mandala, Cilodong, Depok, Ahad, 16 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok -Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, perbaikan tanggul jebol di kali jantung yang roboh Sabtu malam masih terus dilakukan hingga hari ini.

    “Tim dari Satgas Banjir PUPR terus bekerja untuk memperbaiki tanggul jebol agar aliran air tidak masuk ke permukiman,” kata Dadan dikonfirmasi Tempo, Minggu 16 Februari 2020.

    Meski tidak menyebut sumber dan besaran anggaran yang diperlukan, Dadan mengatakan, perbaikan tanggul tidak menghabiskan biaya besar dan hanya dilakukan oleh satgas banjir PUPR.

    “Itu dari satgas PUPR bisa ya, kalau menggunakan anggaran misalnya dari BTT, kayaknya butuh waktu lama, sementara kita upayakan secepatnya agar air tidak masuk ke pemukiman,” kata Dadan.

    Sebelumnya, sebuah dinding besar atau turap di aliran kali jantung ambrol pada Sabtu 15 Februari 2020 siang. Akibatnya aliran kali jantung tersumbat dan menjebol tanggul hingga aliran air tumpah ke perumahan Tirta Mandala yang berada persis di sebelah aliran kali.

    Berdasar informasi, ada sedikitnya 112 kepala keluarga yang tinggal di perumahan tersebut tergenang banjir hingga kurang lebih satu meter.

    Upaya perbaikan tanggul kali jantung oleh warga dengan peralatan seadanya, Sabtu 15 Februari 2020. IST/DOC. TAGANA Kota Depok

    Dadan mengatakan, turap atau tanggul jebol dan menyebabkan aliran kali meluap alias banjir itu itu merupakan ulah warga setempat yang tanpa izin dan perhitungan matang mengerjakan sendiri.

    “Turap itu punya pribadi, dan memang tidak sesuai spesifikasi, makanya kami minta pemilik untuk merobohkan semua turap yang tersisa, dan mengurus izin serta mengganti dengan turap yang lebih aman,” kata Dadan.

    Terpisah, Lurah Sukamaju, Nurhadi mengatakan, pemilik turap sudah melakukan musyawarah dengan warga setempat terkait tindak lanjut pasca bencana, “Pemilik turap sih sudah beritikad baik, semalam sudah datang dan bermusyawarah,” kata Nurhadi.

    Sebelumnya, imbas turap jebol tersebut tiga RT di kawasan Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat terendam banjir setinggi kurang lebih satu meter pada Sabtu 15 Februari 2020 sore. Banjir menggenangi di tiga RT yakni RT3, RT 4 dan RT 5 RW 18.

    Dalam postingan akun Twitter-nya Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, kejadian longsornya tebing agar dapat dijadikan pelajaran utamanya dalam proses pembangunan.

    “Curah hujan deras banyak memberikan manfaat hikmah kepada kita untuk lebih perhatian terhadap pembangunan turap tebing dan turap sungai sesuai dengan ketentuan dan proses perizinan,” kata Wali Kota Depok Idris dalam postingan akun twitter @IdrisAShomad, Sabtu 15 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.