Setelah 15 Jam, Banjir di Perumahan Nasio Bekasi Belum Surut

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir masih belum sepenuhnya surut di Perumahan Bumi Nasio Jatiasih, Kota Bekasi pada Senin, 17 Februari 2020. Banjir di lokasi ini terjadi sejak kemarin pukul 16.00 WIB setelah wilayah setempat diguyur hujan deras.

    Pengamatan Tempo, pada pukul 10.00 WIB genangan di perumahan menyisakan air setnggi sekitar lima hingga 10 sentimeter di jalanan. Petugas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air tampak sedang memompa air dari perumahan untuk dibuang ke Kali Cakung yang ada di sebelah barat.

    Menurut warga setempat, Ahmad, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Tandon air di perumahan itu tak mampu menampung kapasitas air hujan yang turun, sehingga meluber ke perumahan yang dihuni 550 keluarga.

    "Ada luapan juga dari Kali Cakung, yang di dalam enggak bisa buang, ditambah air dari kali," kata Ahmad, Senin, 17 Februari 2020.

    Meski demikian, kata dia, ketinggian air sejak kemarin maksimal setinggi lutut orang dewasa, cenderung berada di jalanan. "Di rumah warga hanya di teras, karena mayoritas sudah ditinggikan," kata Ahmad.

    Ia menambahkan, mesin pompa mulai diaktifkan pukul 02.00 WIB, begitu air di Kali Cakung surut. Sehingga banjir yang ada di dalam perumahan berangsur surut. "Siang ini mungkin sudah kering, asal tidak hujan deras lagi," katanya sambil menunjuk langit yang mendung.

    Pengamatan Tempo, lokasi ini menjadi titik terakhir banjir yang belum surut. Dua titik lainnya di Komplek Dosen IKIP dan Jatibening Permai, Bekasi telah surut setelah didatangkan pompa tambahan dari BBWSCC Kementerian PUPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara