Lerai Tawuran di Cempaka Putih, Pedagang Pecel Lele Tewas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Jakarta Pusat menangkap sekelompok orang yang diduga terlibat tawuran di Cempaka Putih sehingga menewaskan seorang pedagang pecel lele. Lima orang ditangkap setelah tawuran menggunakan senjata tajam itu.

    "Sudah ditangkap. Kami kembangkan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol, Heru Novianto saat dihubungi, di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Heru mengatakan tawuran tersebut menyebabkan satu korban tewas bernama Alfi, pedagang pecel lele yang berusaha melerai tawuran pada Minggu dinihari 16 Februari. 

    Kasus tawuran yang menyebabkan 1 korban tewas itu sebelumnya ditangani oleh Polsek Cempaka Putih, namun saat ini dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat.

    Kapolsek Metro Cempaka Putih Komisaris Polisi Sutrisno mengatakan pihaknya menahan lima orang yang terindikasi ikut dalam tawuran yang menewaskan seorang pedagang di tempat itu.

    Saat ditanya apakah tawuran itu diinisiasi oleh komplotan geng motor karena para pelaku membawa motor dalam aksinya, Sutrisno mengatakan hal itu sedang didalami penyidik.

    "Kalau soal geng motor perlu pendalaman, yang jelas saat ribut menggunakan motor. Itu saja," kata Sutrisno.

    Sebelumnya, dalam akun instagram @warung_jurnalis terdapat video rekaman CCTV yang menunjukkan beberapa orang terlibat tawuran di Cempaka Putih. Mereka membawa golok sambil menggunakan helm berlarian mengejar satu orang di kawasan Cempaka Putih. Selain orang-orang yang membawa senjata tajam, nampak juga seorang lainnya yang tidak bersenjata, namun memegang ponsel untuk merekam peristiwa kejar-kejaran itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.