MRT Tegaskan Tidak Akan Ubah Bentuk Monas dalam Pengerjaan Fase II

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menunggu di pintu Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    Calon penumpang menunggu di pintu Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta- PT MRT Jakarta memastikan bahwa pembangunan stasiun MRT di Monas tidak akan mengubah bentuk kawasan Monas sebagai cagar budaya. "Desain pun telah dibuat sedemikian rupa bahwa tidak akan mengganggu pandangan atau pun visual dari Monas itu sendiri," ujar Direktur Konstruksi PT MRT, Silvia Halim di Bundaran HI, Senin 17 Februari 2020.

    Silvia mengatakan stasiun MRT Monas nantinya akan dibangun di bawah tanah di sisi tenggara barat kawasan Monas. Menurut dia, nantinya hanya akan ada pintu masuk stasiun yang berada di atas tanah.

    Silvia menyebutkan bahwa pintu tersebut nantinya menjadi akses masuk dari stasiun ke Monas. "Pintu masuk ini, nanti memungkinkan adanya akses penumpang juga masuk ke dalam kawasan Monas," ujarnya.

    Direktur Utama PT MRT, William Sabandar mengatakan untuk pembangunan pertama Fase II MRT akan dimulai dari Bundaran HI- Harmoni sepanjang 2,8 km dengan dua stasiun bawah tanah, yaitu Monas dan Thamrin.

    William mengatakan untuk nilai kontrak untuk pengerjaan pertama Fase II MRT mencapai Rp 4,5 triliun dengan Shimizu-Adhi Karya JB. Proyek akan dimulai pada Maret dan ditatgetkan selesai pada Desember 2024. Pembangunan Fase II akan dikerjakan.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.