Penjelasan MRT Jakarta tentang Penggantian Nama Stasiun Sarinah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Gubernur DKI Anies Baswedan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo dan Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan integrasi Halte Transjakarta dan Stasiun MRT Asean di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, 22 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Dari kiri Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Gubernur DKI Anies Baswedan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo dan Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan integrasi Halte Transjakarta dan Stasiun MRT Asean di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, 22 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta menjelaskan alasan penggantian nama stasiun yang semula Stasiun Sarinah menjadi Stasiun Thamrin. Stasiun itu akan berada di antara Stasiun Monas dan Stasiun Bundaran HI.

    Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim memberi penjelasan penggantian nama itu usai penandatanganan kontrak konstruksi Fase 2A paket pertama, yakni dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP201) dengan konsorsium Shimizu dan PT Adhi Karya di Stasiun Bundaran HI. Menurut Silvia, dasar penamaan stasiun MRT adalah yang mengandung unsur lokal, baik nama jalan maupun nama daerah.

    "Seharusnya nama stasiun itu sarat dengan lokalitas, bisa dengan nama jalan atau nama daerah, sedangkan Sarinah adalah nama perusahaan. Itu enggak tepat untuk dipakai. Kenapa dulu dipakai, karena lebih memudahkan saja," katanya di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Dari segi lokasi juga stasiun MRT di Fase 2 ini nantinya tidak akan persis dibangun di depan pusat perbelanjaan Sarinah, seperti yang terjadi pada halte Bus Transjakarta, tetapi di perempatan Kebon Sirih dan Jalan Thamrin.

    "Kedua, lokasi bukan di Sarinah juga, sekarang di perempatan Kebon Sirih dengan Thamrin," katanya.

    Penggantian nama stasiun itu dilakukan sejak satu bulan yang lalu.

    Silvia mengatakan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A ini juga nantinya akan langsung dirancang untuk terintegrasi dengan halte Bus Transjakarta. Bahkan, untuk Halte Monas, Stasiun MRT akan masuk ke dalam Kawasan Monas di sisi Tenggara.

    Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

    Pembangunan MRT Jakarta fase 2A dari Stasiun Bundaran HI - Stasiun Kota dibagi ke dalam tiga paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.