Masker Masih Langka di Bekasi, Apotek BUMN Jual Rp 8.800 per Biji

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    TEMPO.CO, Bekasi - Masker tiga lapis masih langka di Bekasi, Jawa Barat. Sekalipun ada, harganya cukup tinggi, sehingga memberatkan pelanggan untuk membelinya.

    Tempo mendatangi tiga toko obat yang ada di Rawalumbu Selasa pagi ini. Dua diantaranya kosong, sedangkan di apotek Kimia Farma, jembatan 6 Rawalumbu, satu boks masker isi 26 biji, dijual Rp 230 ribu.

    "Harganya masih tinggi, makanya kami tidak berani memajang," kata seorang pegawai di apotek milik BUMN itu, Selasa, 18 Februari 2020.

    Tak hanya di toko obat, di sejumlah minimarket juga mengalami kelangkaan. Ada empat minimarket yang Tempo datangi, semuanya kosong. "Belum dikirim lagi," ujar Ani, pegawai minimarket di Narogong.

    Masker tiga lapis mengalami kelangkaan semenjak virus corona mulai mewabah di Cina. Banyak masyarakat mulai memborong masker yang biasanya berwarna hijau, merah muda, biru, dan abu-abu.

    Seorang pelanggan, Atika Yuli mengaku kebingungan karena langkanya masker tiga lapis. Ia membutuhkan untuk dipakai karena sedang sakit flu. "Saya punya anak dua, satu masih bayi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.