Komentari Gaduh Formula E, Sandiaga: Niatnya Baik Diserang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dalam acara peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/Putri.

    Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dalam acara peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno turut berkomentar soal gaduh rencana balapan mobil listrik Formula E di Monas.

    "Ampun, bikin kegiatan yang niatan, nawaitu nya baik diserang," kata Sandiaga dalam unggahan di akun Instagram @sandiuno, Rabu 19 Februari 2020.

    Untuk itu, kata Sandiaga, daripada saling ribut soal Formula E lebih baik di Jakarta dibuat balapan gokart listrik dulu saja. "Dikemas dengan menarik dan kreatif. Saya yakin nilai ekonominya juga tidak kalah dan malah bisa lebih menjangkau seluruh kalangan," tulis Sandiaga.

    Sandiaga mengunggah konten itu saat berada di Jepang. Ia mengatakan di Negeri Sakura itu sedang tren wisata bermain gokart menggunakan kostum-kostum lucu. "Sebuah peluang usaha baru yang terinspirasi dari sebuah game," ujar dia.

    Sandiaga mengatakan tadinya ia ingin mencoba balapan gokart itu."Namun diharuskan memiliki SIM Internasional atau SIM Jepang," ujarnya.

    Balapan mobil listrik Formula E di Monas menuai kontroversi. Balapan ini dianggap tak layak diadakan di Monas sebagai kawasan cagar budaya.

    Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kukuh acara itu bakal dilaksanakan di Monas. Ia bahkan menyebut sudah ada rekomendasi tim cagar budaya. Belakangan tim cagar budaya mengaku tidak mengeluarkan surat rekomendasi itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara