Menteri Tjahjo Kumolo Sebut Narkoba Musuh Nomor 1 Indonesia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo bersama Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 19 Februari 2020. Barang bukti narkotika yang dimusnahkan seperti sabu, ganja, esktasi, heroin, happy five dan gorilla. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo bersama Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 19 Februari 2020. Barang bukti narkotika yang dimusnahkan seperti sabu, ganja, esktasi, heroin, happy five dan gorilla. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, mengapresiasi kinerja Kepolisian Daerah Metro Jaya yang menyita ratusan kilogram narkotika hanya dalam waktu dua bulan pada 2020. Menurut dia, narkoba merupakan ancaman bangsa Indonesia nomor satu.

    "Narkoba adalah musuh pertama bangsa Indonesia. Kedua radikalisme dan ketiga korupsi," ujar Tjahjo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020. 

    Saat ikut memusnahkan narkotika jenis sabu dengan memasukkan ke dalam mobil tungku BNN, Tjahjo menyatakan, narkotika adalah barang sampah. "Ini barang sampah. Tidak ada gunanya," ujar dia. 

    Polda Metro Jaya memusnahkan narkoba hasil sitaan selama tahun 2020. Narkoba itu antara lain ganja sebanyak 1.343,3 kilogram, sabu 288 kilogram, ekstasi 4.888 butir, psikotropika jenis eximer 1.485 butir serta jenis tramadol 349 Butir.

    Barang bukti narkoba tersebut polisi sita dari 36 tersangka, salah satunya adalah Lucinta Luna. Pemusnahan narkoba dipimpin langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono. 

    Sebelum memusnahkan narkotika dengan cara dibakar, Nana, Gatot, dan Tjahjo sempat ikut menari bersama. Mereka menari tarian Papua di Lapangan Promoter sebagai perayaan pemusnahan ratusan kilogram narkoba itu. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara