Selain ITF Sunter, Sampah Jakarta Bakal Ditampung 3 ITF Lain

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain maket pembangunan ITF Sunter. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

    Desain maket pembangunan ITF Sunter. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo tengah membuat pra uji kelayakan pembangunan tiga Intermediate Treatment Facility selain ITF Sunter di ibu kota un tuk menampung sampah Jakarta.

    Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro Hanief Arie Setianto mengatakan pra studi kelayakan itu ditargetkan rampung pada April tahun ini. "Tiga ITF itu nantinya ditargetkan mampu menyerap 6.500 ton sampah di Jakarta," kata Hanief dalam diskusi di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Februari 2020.

    Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, menargetkan mempunyai empat ITF untuk mengolah sampah menjadi listrik yang tersebar di sejumlah wilayah di ibu kota. Pemrov DKI telah memulai rencana pembangunan ITF Sunter di Jakarta Utara sebagai proyek pertama.  

    Pemerintah DKI telah melakukan peletakan batu pertama ITF Sunter pada Desember 2018. Namun pembangunan mandek dan bakal dimulai kembali Maret 2020.

    Rencana pembuatan tiga ITF lainnya telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI nomor 65 tahun 2019 tentang penugasan kepada Jakpro dalam penyelenggaraan fasilitas pengelolaan sampah antara di dalam kota atau ITF.

    Pembangunan ITF tersebut bertujuan untuk mengatasi timbunan sampah Jakarta yang mencapai 7.702 ton per hari di Tempat Penampungan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi. "Volume ini bakal terus bertambah seiring dengan pertumbuhan demografi dan kegiatan ekonomi di Jakarta."

    Proyek ITF Sunter yang akan dibangun serta 3 ITF lain itu bertujuan mereduksi sampah Jakarta yang dibuang di Bantargebang hingga 80 persen. Dalam pembuatan pra studi kelayakan tiga ITF yang rencananya bakal didirikan di Jakarta Barat dan Timur itu, Jakpro berkolaborasi dengan BPPT dan konsultan global. "Kami bersama membuat feasibility studi (FS). Nanti juga ada seleksi mitra yang mau ikut membuat FS. Tinggal diadu saja mana yang lebih murah dan baik," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.