Selain Sabu, Artis Aulia Farhan Juga Gunakan Ekstasi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Aulia Farhan alias Fahan Petetrson. Instagram/@farhanpetterson

    Aulia Farhan alias Fahan Petetrson. Instagram/@farhanpetterson

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil tes urin Artis Aulia Farhan disebut menunjukkan positif mengandung dua zat narkoba, yakni metafetamin dan amfetamin. Kedua zat ini terkandung dalam narkotika jenis sabu dan ekstasi.

    "Dia itu metafetamin dan amfetamin positif ya. Jadi positif sabu dan ekstasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Februari 2020.

    Soal durasi menggunakan sabu, Aulia mengaku sudah menggunakannya sejak 6 bulan yang lalu. Sedangkan untuk ekstasi polisi masih mencari tahu durasi penggunaannya.

    Farhan Aulia diciduk Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Hotel Amaris, Jakarta Selatan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00. Aulia diciduk polisi saat tengah menunggu pesanan sabu dari rekannya di kamar hotel.

    Penangkapan terhadap Aulia berawal dari terciduknya seseorang berinisial G di lobi Hotel Amaris, Jakarta Selatan. Polisi menangkap G setelah mendapat laporan masyarakat ihwal peredaran narkoba di sana.

    Dari G, polisi menyita satu paket plastik yang diduga sabu dan satu paket plastik kosong diduga bekas sabu yang sudah dipakai. Polisi kemudian melakukan interograsi dan G mengaku barang haram itu akan diantarkan ke Aulia yang merupakan temannya.

    Tak menunggu waktu lama, polisi kemudian menggerebek kamar tempat menginap Aulia di hotel itu. Di sana polisi mendapati alat hisap sabu atau bong beserta beberapa barang bukti lainnya. Namun, polisi tak mendapati barang bukti sabu di kamar Aulia.

    Karena perbuatannya menggunakan narkoba, baik Aulia Farhan maupun rekannya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kini mendekam di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara