Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Artis Aulia Farhan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis sinetron yang kini menjadi tersangka kasus narkoba, Aulia Farhan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Artis sinetron yang kini menjadi tersangka kasus narkoba, Aulia Farhan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi berhasil menangkap bandar sabu dalam kasus narkoba yang melibatkan artis Aulia Farhan. Pelaku berinisial DK yang ditangkap di Bekasi menyalurkan sabu ke G yang merupakan rekan Aulia. 

    "DK baru kami tangkap tadi pagi (Jumat). Aulia minta G cari barang (sabu). Lalu dia beli dari DK," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 21, Februari 2020.

    Yusri mengatakan DK saat ini tengah dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya dari Bekasi. Sehingga belum banyak keterangan yang bisa ia sampaikan soal sosok DK. "Ini masih kami akan kembangkan lagi," ujar Yusri. 

    Farhan Aulia diciduk Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Hotel Amaris, Jakarta Selatan pada Kamis dini hari, 20 Februari 2020. Aulia diciduk polisi saat tengah menunggu pesanan sabu dari rekannya di kamar hotel. 

    Penangkapan terhadap Aulia berawal dari ditangkapnya G di lobi Hotel Amaris, Jakarta Selatan. Polisi menangkap G setelah mendapat laporan masyarakat ihwal peredaran narkoba di sana. Dari pemeriksaan, polisi kemudian menggerebek kamar Aulia di hotel itu.

    Di sana polisi mendapati alat hisap sabu atau bong beserta beberapa barang bukti lainnya. Namun, polisi tak mendapati barang bukti sabu di kamar Aulia. Dari hasil tes urin, Aulia positif mengandung amfetamin dan metafetamin. Kedua zat ini dapat ditemukan pada sabu dan ekstasi.

    Polisi menjerat Aulia Farhan dan G dengan Pasal 114 subsider 112 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Mereka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara