MRT Jakarta Sediakan Tempat Parkir Khusus Disabilitas di Fase II

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyandang disabilitas menaiki kendaraan khusus saat peresmian area parkir khusus kendaraan penyandang disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2020. Fasilitas area parkir tersebut dibuat guna memudahkan penyandang disabilitas memarkirkan kendaraan khususnya sebelum beralih ke moda transportasi umum lainnya, salah satunya moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Penyandang disabilitas menaiki kendaraan khusus saat peresmian area parkir khusus kendaraan penyandang disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2020. Fasilitas area parkir tersebut dibuat guna memudahkan penyandang disabilitas memarkirkan kendaraan khususnya sebelum beralih ke moda transportasi umum lainnya, salah satunya moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta berusaha menyediakan area parkir khusus disabilitas pada proyek pembangunan MRT fase II Stasiun HI-Kota yang akan segera dimulai pada Maret 2020.

    "Nanti di fase dua kita akan pertimbangkan. Kita akan coba untuk mencari tempat-tempatnya," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendy dalam acara pembukaan area parkir khusus disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab Jakarta Selatan, Kamis 20 Februari 2020.

    Ia menjelaskan penyediaan area parkir khusus disabilitas di depan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia merupakan pilot project yang akan dijadikan standar dalam pembangunan MRT tahap berikutnya.

    "Jadi ini semacam pilot project atau percontohan, kemudian ke depan akan kita terapkan di fase satu inj dan juga di fase dua," ujarnya.

    Penyediaan tempat parkir khusus disabilitas pada fase pertama di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab bekerja sama dengan GKJ Nehemia sebagai pemilik area parkir.

    Ke depan, MRT akan terus mengupayakan kerja sama, baik dengan pemerintah ataupun pihak swasta, untuk dapat memperoleh lahan yang dapat digunakan sebagai area parkir bagi penyandang disabilitas.

    Sementara itu, Retnowati salah satu penyandang disabilitas tunadaksa bersyukur atas upaya PT MRT menyediakan area parkir tersebut.

    "Kami dari Komunitas Daun ingin mengucapkan terima kasih kepada MRT yang sudah memfasilitasi parkiran untuk kaum disabilitas, baik itu motor dan mobil," katanya.

    Melihat kesukarelaan GKJ Nehemia untuk menyediakan area parkir khusus disabilitas bekerja sama dengan MRT, ia berharap pihak-pihak lain juga terdorong untuk mengikuti langkah tersebut.

    Retnowati mengemukakan fasilitas umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan para penyandang disabilitas masih minim. Hal ini menyulitkannya untuk lebih leluasa bepergian ke tempat-tempat umum.

    "Selain parkiran, tentunya akses gedung. Saya rasa masih banyak gedung-gedung yang tidak menyediakan akses," katanya.

    Dengan adanya pilot project parkir khusus disabilitas pengguna MRT Jakarta tersebut, ia berharap pengelola fasilitas umum lain dapat ikut berlomba-lomba menyediakan fasilitas-fasilitas khusus lain yang dapat memudahkan akses para penyandang disabilitas. "Harapan saya dengan adanya hal seperti ini dari MRT, tempat-tempat lain atau gedung-gedung lain terutama kantor pemerintahan, mal dan sebagainya mengikuti, menyediakan fasilitas parkir untuk kami," terangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.