DKI Uji Coba Pengaspalan Sirkuit Formula E di Monas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan uji coba aspal yang bakal digunakan dalam balap Formula E di kawasan Medan Merdeka Timur Monas, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Penampakan uji coba aspal yang bakal digunakan dalam balap Formula E di kawasan Medan Merdeka Timur Monas, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI melakukan uji coba pengaspalan sirkuit balap mobil listrik Formula E di Monas.

    Pengaspalan dikerjakan pada Jumat malam di area jalan yang terbuat dari coblestone atau batu alam di kawasan Merdeka Timur sisi Gambir. "Semalam adalah uji coba pengaspalan," ujar Deputy Director Communications Formula E JakPro, Hilbram Dunar, kepada Tempo, Sabtu 21 Februari 2020.

    Hilbram mengatakan uji coba tersebut untuk menentukan metode pengaspalan yang akan digunakan untuk membangun sirkuit Formula E. Ada dua metode pengaspalan yaitu sandsheet dan geotextile.

    Hilbram mengatakan, uji coba tersebut juga akan melihat metode pengaspalan yang saat dibongkar kelak tidak merusak cobblestone Monas. "Untuk menentukan mana yang paling efektif apabila nanti dikembalikan ke cobblestone," ujarnya.

    Adapun uji coba itu pengaspalan di jalan tersebut panjangnya hanya sekitar 15x4 meter. Menurut Hilbram ini sebagai bahan persetasi untuk pihak Formula E.

    Pantauan Tempo pada Sabtu siang tampak aspal tersebut masih terlihat baru selesai dikerjakan. Bagian bawah aspal dialasi plastik sebagai pembatas dengan cobblestone Monas.

    Penggunaan kawasan Monas untuk Formula E sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. DPRD DKI bahkan berencana menggelar rapat agar perhelatan Formula E batal digelar di Monas.

    "Kami mau merencanakan tahapan berikut supaya ini tidak boleh dilaksanakan di Monas," kata anggota Komisi E DRPD DKI Merry Hotma, Kamis, 20 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.