Uji Coba Aspal Formula E di Monas Hanya 5 Hari

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan uji coba aspal yang bakal digunakan dalam balap Formula E di kawasan Medan Merdeka Timur Monas, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Penampakan uji coba aspal yang bakal digunakan dalam balap Formula E di kawasan Medan Merdeka Timur Monas, Sabtu 22 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Uji coba pengaspalan untuk sirkuit Formula E di Monas sudah dilakukan pada Jumat malam, 21 Februari 2020.

    PT Jakpro sebagai Penyelenggara balap Formula E mengatakan, uji coba pengaspalan sirkuit balap di Monas itu hanya diberlakukan lima hari.

    Uji coba pengaspalan tersebut dikerjakan pada Jumat malam di kawasan Medan Meredeka Timus sisi Gambir. "Tanggal 26 Februari akan di lepas kembali," ujar Deputy Director Communications Formula E JakPro, Hilbram Dunar, kepada Tempo, Sabtu 21 Februari 2020.

    Gambaran sirkuit Formula E di kawasan Monumen Nasional ditampilkan saat media briefing oleh PT Jakarta Propertindo di Hotel Novotel, Jakarta Pusat pada Jumat, 14 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Hilbram mengatakan uji coba tersebut untuk melihat kualitas aspal yang akan digunakan untuk sirkuit Formula E di Monas. Dalam uji coba tersebut Jakpro menggunakan dua metode pengaspalan, yaitu, Sandsheet dan geotextile.

    Selain itu kata Hilbram, uji coba tersebut juga untuk melihat jenis pengaspalan yang nantinya tidak akan merusak cobblestone atau batu alam Monas.
    "Setelah uji coba di-review mana yang paling efisien dan tidak merusak cobblestone Monas saat dikembalikan seperti semula nantinya," ujarnya.

    Pantauan Tempo pada Sabtu siang tampak aspal sepanjang kurang lebih 5x4 meter, masih terlihat seperti baru selesai dikerjakan. Bagian bawah aspal tersebut dialasi plastik sebagai pembatas dengan cobblestone Monas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.