Kapolda Metro Jaya Sebut Belum Maksimal Menindak Jaringan Narkoba

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019.  Tempo/Adam Prireza

    Barang bukti kasus 10 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, pada Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan, polisi mulai dari aparat kepolisian resor dan sektor bakal berupaya memberangus narkoba. Menurut Nana, peredaran barang haram itu sudah merajalela ke kampung dan desa.

    "Seperti yang kita ketahui bahwa peredaran narkoba sudah masuk sampai ke kampung-kampung dan bahkan sampai ke desa-desa. Itu diperkuat dengan pernyataan bapak presiden bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba," kata Nana di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Februari 2020.

    Karena itu, dia mengatakan, polisi bakal mencegah sampai menindak pengguna bahkan pengedar narkoba. Upaya pencegahan yang dilakukan polisi salah satunya dengan menggelar kampanye 'Bersama Lawan Narkoba, Menuju Jakarta Zero Narkotic' di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat hari ini.

    Acara itu sekaligus menyosialisasikan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua pada Oktober mendatang. Pagi ini Nana hadir bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

    Untuk penindakan, Nana menuturkan, pihaknya telah menyita 1,3 ton ganja serta 288 kilogram jenis narkotika lainnya, yaitu sabu, ekstasi, heroin, dan kokain.

    "Itu kami belum maksimal sehingga memang upaya-upaya pencegahan ini yang akan kami kedepankan juga tentunya dengan menggandeng BNN (Badan Narkotika Nasional), instansi terkait, kemudian tokoh agama, dan masyarakat," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.