Jakarta Banjir Lagi, Anies Baswedan Minta Buat Sumur Serapan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam rapat tersebut, mereka membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir. TEMPO/Subekti

    Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam rapat tersebut, mereka membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO,Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memerintahkan para pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk siaga menghadapi ancaman banjir. Termasuk, kata Anies, menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

    "Antisipasi genangan dan banjir juga terus dilakukan melalui Dinas SDA (Sumber Daya Air). Memonitor dan membersihkan tali-tali air, menguras saluran air," ujar Anies dalam akun Instagramnya, Senin, 24 Februari 2020.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini juga memerintahkan Dinas Sumber Daya Air untuk mengecek fungsi mesin pompa air agar siap digunakan jika banjir kembali terjadi. Anies juga meminta agar dinas membuat sumur resapan di sejumlah titik.

    Ia pun mengimbau warga yang membutuhkan bantuan darurat langsung menghubungi nomor siaga DKI di 112. Warga, tutur Anies, bisa melaporkan mulai dari permasalahan sampah dan pembersihan jalanan pasca banjir.

    Anies Baswedan menyebutkan banjir Jakarta Ahad kemarin melanda 4,6 persen rukun warga dari jumlah keseluruhan di Jakarta. Dia meyakini banjir telah surut mengingat data BPBD DKI hingga Senin pagi, 24 Februari 2020, jumlah rukun warga yang terdampak banjir sudah turun hingga 1,28 persen.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.