KPU Prediksi Partisipasi Pemilih Turun di Pilkada Depok 2020

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilih menunjukkan jari bertinta setelah mencoblos di TPS Kampung Karnaval Pilkada RW 03, Depok Jaya, Depok, 27 Juni 2018. Panitia menyediakan <i>doorprize</i>, kendaraan penjemput pemilih berupa odong-odong, cek kesehatan, dan fasilitas lain untuk menarik minat warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pemilih menunjukkan jari bertinta setelah mencoblos di TPS Kampung Karnaval Pilkada RW 03, Depok Jaya, Depok, 27 Juni 2018. Panitia menyediakan doorprize, kendaraan penjemput pemilih berupa odong-odong, cek kesehatan, dan fasilitas lain untuk menarik minat warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna, memprediksi partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada Depok 2020 akan turun. Hal itu disebabkan tidak adanya calon dari jalur independen.

    “Mau tidak mau ada pengaruh (tingkat partisipasi). Entah signifikan atau tidak kami tidak tahu,” kata Nana, Senin 24 Februari 2020.

    Padahal, sebut Nana, calon independen diharapkan bisa menjadi pilihan warga selain dari kandidat yang menggunakan partai politik. “Semakin sedikit calon berarti semakin sedikit tingkat partisipasi,” tutur Nana.

    Meski begitu, lanjut Nana, KPU Depok sebagai penyelenggara tetap mengupayakan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Depok 2020 bisa tinggi. “Target kami tingkat partisipasi pemilih 77,5 persen atau naik 21 persen dari Pilkada sebelumnya,” kata Nana.

    Diketahui, KPU Kota Depok telah memastikan dalam Pilkada Depok 2020 tidak ada calon dari jalur perseorangan atau jalur independen. Hal itu terlihat dari tidak tercukupinya berkas syarat dukungan bakal calon independen hingga batas akhir pengiriman, yakni Ahad, 23 Februari 2020. “Dengan demikian dalam Pilkada Depok 2020 tidak diikuti oleh calon perseorangan," kata Nana.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.