Hujan Badai di Depok, Belasan Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara kerusakan akibat angin puting beliung di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Jawa Barat, Jumat 7 Desember 2018. Puting beliung datang disertai hujan deras dan petir. Angin puting beliung tersebut melanda wilayah Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Lawanggintung. TEMPO/Subekti.

    Gambar udara kerusakan akibat angin puting beliung di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Jawa Barat, Jumat 7 Desember 2018. Puting beliung datang disertai hujan deras dan petir. Angin puting beliung tersebut melanda wilayah Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Lawanggintung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Depok - Akibat hujan badai di Depok sejak semalam, belasan rumah di Kelurahan Ciampeun, Kecamatan Tapos, rusak.

    Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Rumolo mengatakan, peristiwa itu terjadi Senin 24 Februari 2020 malam sekitar pukul 23.15 dan menimpa sedikitnya 15 rumah dan satu sekolah.

    “Kejadinnya di RT 002 dan 003 RW 003 Kelurahan Cimpaeun, ada 14 rumah dan SMPN 16 atapnya rusak terkena terpaan angin puting beliung,” kata Denny, Selasa 25 Februari 2020.

    Denny mengatakan, para penghuni pun terpaksa harus mengungsi ke tetangga dan kerabat terdekat. Karena rumah mereka tidak dapat dihuni untuk sementara.

    "Sebagian pemilik rumah yang rusak parah menumpang di rumah tetangga yang tidak terdampak," kata Denny.

    Sementara kondisi sekolah, kata Denny, satu ruangan di lantai dua tidak bisa digunakan karena plafon rontok dan genteng jatuh berantakan.

    Usai hujan badai pada Senin malam, hingga Selasa pagi Kota Depok masih diguyur hujan. Namun intensitasnya ringan.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.