Ada 13 Titik Banjir Hari Ini di Tangerang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Periuk Damai, Kota Tangerang, Banten, Senin, 3 Februari 2020. Banjir setinggi hampir 2 meter sebagian besar sudah merendam pemukiman warga. ANTARA/Fauzan

    Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Periuk Damai, Kota Tangerang, Banten, Senin, 3 Februari 2020. Banjir setinggi hampir 2 meter sebagian besar sudah merendam pemukiman warga. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Tangerang - Banjir hari ini melanda 13 titik di Kota Tangerang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan ketinggian air bervariasi antara 60 cm hingga 1,5 meter.

    Sekretaris BPBD Tangerang, Edi Sofyan, mengatakan salah satu banjir terparah terjadi di kawasan Periuk dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. "Kemarin beberapa lokasi di Kecamatan Periuk sudah mulai surut. Namun hujan deras yang melanda wilayah Tangerang pada Senin malam sampai pagi hari membuat ketinggian air kembali naik," kata Sofyan Selasa, 25 Februari 2020.

    Ia mengatakan hujan lebat juga membuat air menggenangi beberapa wilayah lain di Kota Tangerang. Luapan air yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke, kata Sofyan, memicu banjir di Ciledug Indah, Pinang Griya termasuk juga di Komplek DDN dan Ganda Asri.

    Lalu Perumahan Puri Kartika dan Wisma Tajur juga tergenang air. "DAS Cisadane masih terkendali, untuk ketinggian air bervariasi," kata Sofyan.

    Lebih lanjut, di Karang Tengah dan Ciledug ketinggian air antara 30-60 sentimeter. "Paling parah di Periuk mencapai 1,5 meter," kata Sofyan.

    Ihwal tanggap bencana banjir kali ini Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyiagakan delapan Posko kesehatan statis dan sejumlah posko dinamis atau mobile di enam wilayah, di Kota Tangerang.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.