Banjir Lagi, Pemkot Bekasi Meminta Maaf

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan sekolah SD Negeri Margahayu Bekasi yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 25 Februari 2020. Intensitas hujan tinggi di wilayah Bogor maupun Bekasi dan meluapnya aliran kali Cikeas membuat sejumlah titik di daerah bekasi terendam banjir dengan ketinggian 30 - 200 cm. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga melintas di depan sekolah SD Negeri Margahayu Bekasi yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 25 Februari 2020. Intensitas hujan tinggi di wilayah Bogor maupun Bekasi dan meluapnya aliran kali Cikeas membuat sejumlah titik di daerah bekasi terendam banjir dengan ketinggian 30 - 200 cm. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat ada sebanyak 66 titik banjir di wilayahnya pada Selasa, 25 Februari 2020. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan pada banjir awal tahun ini yang mencapai 90 titik. "Kalau titiknya berkurang, tapi cakupannya meluas," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Selasa, 25 November 2020.

    Tri mengatakan, begitu ada peringatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan adanya peristiwa banjir, pemerintah bersama dengan TNI/Polri mulai bersiap di titik-titik banjir membantu evakuasi. "Kami turunkan 36 perahu karet, termasuk pompa air," kata Tri.

    Selain itu, kata dia, di setiap kelurahan langsung dibentuk dapur umum untuk mendistribusikan makanan cepat saji kepada masyarakat terdampak, seperti di Komplek Bumi Nasio, Jatiasih, dan lainnya. "Untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak bisa memasak atau membeli makanan di luar yang terhambat mobilisasi," kata dia.

    Tri mengatakan cakupan banjir lebih luas berada di permukiman warga di luar bantaran Kali Bekasi. Sementara itu, permukiman penduduk di bantaran Kali Bekasi kondisinya tidak separah pada banjir tahun baru lalu. "Hanya rembesan air dari tanggul, tidak ada limpasan," kata Tri.

    Lantaran masih ada banjir, kata Tri, pemerintah meminta maaf kepada masyarakat. Sebab, pemerintah Kota Bekasi belum bisa bekerja secara optimal untuk mengurangi titik banjir yang ada. "Tapi dengan yakin dan konsisten kita bisa mengoptimalkan semuanya," kata Tri.

    Berdasarkan data banjir dari BPBD, 66 titik banjir tersebut berada di 11 kecamatan. Paling banyak berada di Kecamatan Jatiasih yang mencapai tujuh titik, terparah berada di Komplek Bumi Nasio dengan ketinggian mencapai dua meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.